Konsultasi Hukum

Ancaman Melalui Media Sosial, Lupakan Utangku atau Aku Sebarkan Aibmu

Pertanyaan:

Kepada rubrik konsultasi hukum Senayan Post

Ada orang tua bermaksud untuk membuat jera mantan pacar anaknya bermula dari masalah mantan pacar sianak memiliki hutang uang kepada anaknya, lalu anaknya akan menagih utang kepada mantan pacarnya. Bukannya mau membayar hutangnya tetapi justru mengancam melalui Whatsaap akan menyebarkan video/foto porno anaknya bahkan juga mengancam akan membunuh dan menjelek-jelekkan keluarganya.

Yang ingin saya tanyakan, bagaimana cara melakukan tindakan hukum agar mantan pacar anaknya jera?

Demikian Terimakasih

ZIDAN Semarang

Jawaban:

Terimakasih atas pertanyaan dari saudara ZIDAN di Semarang

Sebelum melakukan tindakan hukum sebaiknya dapat diselesaikan secara kekeluargaan / musyawarah terlebih dahulu tidak harus melalui proses hukum. Dikarenakan pada prinsipnya hukum pidana mempunyai asas ultimum remidium yang artinya hukum pidana digunakan sebagai senjata pamungkas atau sebagai upaya terakhir jika setelah semua upaya lain sudah dilakukan tetapi tidak berhasil. Dan kami berharap kasus yang menimpa anaknya tidak terjadi pada yang lain.

Selanjutnya perkara yang dialami oleh anaknya walau masih merupakan suatu ancaman tetapi secara hukum sudah masuk unsur tindak pidana sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 sebagaimana telah diubah oleh Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik atau yang biasa disebut dengan UU ITE, dimana ketentuan mengenai ancaman yang dilakukan melalui media elektronik diatur dalam Pasal 29 dan Pasal 45B UU ITE yang berbunyi:

Pasal 29:

“Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan Informasi elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi”

Pasal 45B:

“Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah)”

Dan dalam KUHP ketentuan mengenai ancaman dalam Pasal 368 ayat (1) KUHP yang berbunyi:

“Barangsiapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, memaksa seorang dengan kekerasan atau ancaman kekerasan, untuk memberikan barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang itu atau orang lain; atau supaya memberi hutang maupun menghapuskan piutang, diancam karena pemerasan, dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun”.

Berdasarkan penjelasan tersebut di atas maka menurut pendapat kami, orang tuanya dapat melaporkan mantan pacar anaknya ke Pihak Kepolisian dengan dasar pengancaman. Di mana pelapor dapat menggunakan Pasal 29 dan 45B yang diatur dalam UU ITE dikarenakan ancaman yang dilakukan melalui pesan singkat yang dikirim melalui Whatsaap (media elektronik) dengan berisi pesan yang menakut-nakuti .

Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Ratna Kumala Sari, S.H., M.H
Konsultan Hukum LKBH Intan Bandar Lampung

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close