Opini

Anatomi Dinasti Politik Indonesia

Oleh: Christianto Wibisono

1996 PDBI menyelesaikan kajian Anatomi Empiris Historis Kabinet G20 dan Indonesia menelusuri perbandingan nomenklatura kabinet. Kajian itu menjadi acuan mengupdate profil dan anatomi Kabinet Indonesia sejak proklamasi hingga Kabinet Indonesia Maju (KIM).

Diperoleh fakta menarik tentang populasi kekerabatan nepotisme dinasti politik elite modern Indonesia.

PDBI memperkenalkan NIM Nomor Induk Menteri, yang dipakai untuk setiap orang yang menjadi menteri meski beberapa kali beda jabatan portofolio yang dissndangnya. Bung Karno kita beri NIM 001, Bung Hattaa 004 dst maka dalamkabinet presidensial terdapat 21 orang menteri kabinet dengan nomor 001 sampai Otto Iskandardinata 021.

Kabinet ini hanya berusia 87 hari diganti olehkabinet Syahrir I pada 14 November 1945 dengan PM SutanSyahrir di NIM 022 dan hanya mengangkat 3 menteri kabinet pertama yaitu Menpen Mr Amir Syarifuddin 009, wamendagri Mr Harmani 005 dan Menteri Kemakmuran Ir Surachman Tjokroadisuryo mrnjadi Menkeu ke-4 menggantikan Mr Sunarjo Kolopaking pada 5 Desember 1945.

Pada 12 Maret 1946 Syahrir mereshuffle kabinet menjadi 26 orang dan pada 2 Oktober 1946 mereshuffle lagi menjadi 32 orang. Kabinet Syahrir III ini akan jatuh juga pada 27 Juni 1947 diganti oleh Mr Amir Syarifuddin sbg PM ke-3 RI. Pada 3 Juli 1947 kabinet Amir Syarifuddin terdiri atas 34 orang dan akan direshuffle pada 11 Nov 1947 jadi 37 orang.

Kabinet ini akan jatuh pada 29 Januari 1948 Mantan PM Amir sendiri akan terlibat pemberontakan PKI Madiun dan di eksekusi akhir Desember 1948. Wapres Mohamad Hatta mengambil alih kursi PM RI ke-4 melalui masa transisi sulit, ketika dwitunggal ditahan Belanda, transisi PDRI lanjut ke kabinet RIS sampai 6 September 1950 diganti Kabinet ke-5 Natsir (dari Masyumi).

Wakil Menpen Kab presidensial I, Mr Ali Sastroamijoyo dengan NIM 010 akan jadi Menteri Pengajarankabinet Amir Syarifuddin I-II dan menjadi Dubes RI untuk AS yang akan dipanggil pulang menjadi PM RI ke 8 pada30 Juli 1953, setelah jatuh bangunnya Kabinet Hatta, Natsir, Sukiman, Wilopo.Figure Ali ini akan jadi Lazarus politik Indonesia pertama, PM yang berhenti kemudian diangkat lagi setelah diselingi PM ke-9 Burhanudin Harahap yang menyelenggarakan pemilu 1955.

Jadi Ali I berhenti diganti kabinet BH, karena PNI menang maka Ali kembali jadi PM kabinet koalisi PNI Masyumi NU. Keponakan Ali Sastroamijoyo, AliWardhana akan menjadi Menteri Keuangan terlama dalam sejarah RI dimasa kepresidenan Soeharto. Istri Ali Wardhana Rendassih adalah keponakan dari Hamdani, Mensos Kabinet RI Halim.

Menteri Negara Wahid Hasyim NIM 019 yang lahir 1 Juni 1914 akan menjadi Menteri Agama Kab Pres, kab Syahrir III, kab RIS, Natsir dan Sukiman telah wafat pada insiden lalulintas diCimahi 19 April 1953 dalam usia 39 tahun. Putranya Abdurahman Wahid dikenal dengan nama Gus Dur akanmenjadi Presiden RI ke-4 pada 1999-2001. 2 keponakan Gus Dur, Muhaiman an Abdul Halim iskandar akan menjadi anggota kabinet sehingga dinasti Hasyim Ashari (ayah Wahid Hasyim) akan memiliki 4 anggota keluarga dalam kabinet.

Meskipun tidak berarti nepotisme, sebab hubungan antara keluarga Gus Dur dengan sepupu Iskandar justru “tidak ramah” dan saling meniadakan.Prof Sumitro Djojohadikusumo 119 akan menjadi Menteri Perindag pada Kabinet Natsir 1950, kemudian menjadi Menkeu Kabinet Wilopo dan Kabinet BH sebelum ikut pembrontakan PRRI Permesta 1958 dan mengasingkan diri keluar negeri selama 10 tahun.

Tahun 1968 ia dipanggil pulang oleh Presiden Soeharto dan diangkat menjadi Menteri Perdagangan Kabinet Pemangunan I 1968-1973. Pada kabinet Pembangunan II Sumitro hanya diangkat menjadi Menteri urusan Riset. Tapi kualitas primanya membuat Sumitro menciptakan Master Plan Ekonomi Indonesia tahun 2000.

Soeharto memperoleh NIM 291 karena baru masuk jadi anggota kabinet sejak diangkat menggantikan alm Yani pada 14 Oktober 1965. Keduanya menjadi besan pada 1983 dan Soeharto mengangkat menantu Sumitro, Sudrajad Djiwandono yang lahir 7 Agustus 1938 menjadi Menmud Perdagangan 1988-1993 dan Gubernur Bank Indonesia 1993-1998.

Krismon 1998 mengakibatkan keretakan antar besan sehingga sebelum kabinet berakhir pada 11 Feb 1998 Soeharto mengganti Sudrajad dengan Syahril Sabirin. Krismon tak terkendali dan Soeharto lengser mewariskan konflik dan percceraian kedua besan dan kedua keluarga pasca insiden Mei 1998.

Prabowo bercerai dari Titiek dan prof Sumitro menulis buku yang membela putranya dan menilai mertua anaknya tidak adil dalam pemecatan dari jabatan Pangkostrad dan penghentian karir militer Prabowo. Kabinet terakhir Soeharto memang diisi oleh putri sulungnya Siti Hardianti Rukmana sebagai Mensos dan kroni konglomerat Bob Hasan sebagai Menperindag.

Bob Hasan telah lunas membayar keterkaitan dengan dipidana karena tuduhan korupsi . Sekarang 21 tahun setelah krismon dan lengser, terjadilah keajaiban politik karena mendadak Prabowo berdamai dengan Presiden petahana Jokowi yang menenangkanpemilu untuk periode kedua. Justru sekarang Prabowo balik lagi ke politik dan menjadi Menhan,maka keluarga ex besan ini menjadi keluarga dinasti politik modern yang memiliki 5 menteri kabinet dari total 745 menteri kabinet Indonesia.

Penelusuran PDBI menemukan 6 keluarga dengan 3 anggota kabinet yaitu 1. Bung Karno–Megawati-Puan Maharani; 2. Ali Sastroamijoyo–Hamdani–Ali Wardhana; 3. Hartarto-Laksamana Sukardi-Airlangga Hartarto; 4. Achmad Tahir–Agum Gumelar–Linda Gumelar; 5 Mochtar Kusuma Atmaja-Sarwono Kusuma Atmaja–Armida; 6. Erna Witular–Rachmat Witular–Nafsiah Mboi

Sembilan pasangan ayah anak adalah 1. Bung Hatta–Meutia Hatta; 2. DR Sudarsono–DR Juwono Sudarsono; 3. Anak Agung Gde Agung Sr-Anak Agung Gde Agng Jr; 4 Syaifudin Zuhri–Lukman Hakim Syaifudin; 5. Mr Sumarno–Rini Sumarno; 6. Sumantri Brojonegoro-Bambang Brojonegoro; 7. Ginanjar Kartasasmita–Agus Gumiwang Kartasasmita; 8. Susilo Sudarman–Dwi Indroyono Susilo; 9 Theo Sambuaga–Jerry K Sambuaga.

Tiga pasangan suami istri adalah 1. DR Ir Syarifudin Baharsyah–Yustika Baharsyah; 2. Faried Anfasa Moeloek–Nila Moeloek; 3. I Gusti Ngurah Puspayoga–I Bintang Darmavati. Empat pasangan kakak beradik; 1. Ir Herling Laoh (adik)–Ir Frits Laoh (kakak); 2. Hadi Thayeb-Syarif Thayeb; 3. Hartawan Wiryodiprojo–Hartono Wiryodiprojo; 4 Quraish Shibah–Alwi Shihab.

Dua pasangan paman keponakan; 1 H Agus Salim–Emil Salim; 2 Maruto Darusman–Marzuki Darusman. Satu pasangan mertua menantu; Try Sutrisno–Ryamyzard Ryacudu. Satu pasangan besan; SBY–Hatta Rajasa. Satu pasangan kakek cucu; AR Baswedan–Anies R Baswedan.

Itulah 69 kekerabatan dinasti NIM Menteng hanya 9 % dari total 745 orang Indonesia yang menjadi menteri kabinet selama 75 tahun merdeka. Drama dinasti ini pasti akan terus berlangsung sampai pemilihan umum 2024.
Dengan menantu dan putra presiden petahana masuk gelanggang pilwalkot Medan dan Solo sekaligus.

Tapi pendatang baru non dinasti tidak perlu takut bersaing dengan kerabat dinasti sebab mereka juga punya konflik internasl sendiri yang terkadang malah bisa menghancurkan struktur kekuasaan mereka sendiri seperti terbukti ketika Dewan Besan Suharto Sumitro pecah maka justru akan lengser secara tragis dengan perpecahan keluarga.
Syukur Presiden Jokowi justru sukses rujuk dengan Prabowo secara tuntas bahagia sekerabat oligarki Dinasti Menteng era milenial. (*)

Penulis buku Kencan dengan Karma dan Kencan 69 Dinasti Menteng

KOMENTAR
Tag
Show More

Check Also

Close
Back to top button
Close
Close