Nasional

Anang Desak Pemerintah Bentuk Pansel Komisioner LMKN

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Anggota Komisi X DPR RI Anang Hermansyah meminta pemerintah segera membentuk panitia seleksi (Pansel) calon komisioner Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN), karena komisioner yang lama berakhir 19 Januari 2018 lalu.

Masa kerja Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) periode 2015-2018 telah berakhir pada 19 Januari 2018, merujuk Kepmenkumham No M.HH-01.HI.01.08 Tahun 2015 tentang Penetapan Komisioner LMKN. Namun hingga saat ini, Pemerintah belum membentuk Panitia Seleksi Komisioner LMKN.

“Pemerintah mengabaikan keberadaan LMKN, karena hingga saat ini belum terbentuk panitia seleksi untuk LMKN periode 2018-2021. Maka, kami minta pemerintah segera membentuk pansel,” tegas politisi PAN itu, Jumat (16/3/2018).

Karena itu dia menyesalkan sikap pemerintah yang mengabaikan sisi administrasi keberadaan Komisioner LMKN. Kelalaian pemerintah tersebut akan berdampak hukum atas kerja LMKN.

“Yaitu, produk LMKN setelah tanggal 19 Januari 2018 menjadi ilegal, karena tidak lagi memiliki dasar hukum. Kecuali pemerintah memperpanjang masa kerja komisioner LMKN,” jelas Anang.

Dengan demikian Anang meminta agar pemerintah melalui Menteri Hukum dan HAM segera membentuk Pansel Komisioner LMKN, serta memperpanjang masa kerja komisioner LMKN hingga terpilih komisioner LMKN yang baru.

“Saya menyarankan pemerintah untuk segera membentuk Pansel Komisioner LMKN dan segera dipilih secara definitif komisioner LMKN. Pekerjaan rumah LMKN masih sangat banyak, pemerintah mestinya melihat sisi urgensi lembaga ini,” katanya.

Menurut politisi dapil Jawa Timur itu, dampak dari lalainya pemerintah ini, penegakan hak cipta melalui instrumen LMKN sebagaimana amanat UU No 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta menjadi terkendala.

“Saya meminta Dirjen HAKI yang baru dapat mempercepat akselerasi kerja. Persoalan hak cipta di Indonesia sangat mengkhawatirkan, seperti persoalan performing right yang masih sering dilanggar,” pungkas Anang. (WW)

KOMENTAR
Tags
Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close