Kesehatan

Anak Berkebutuhan Khusus Sering Tak Diakui Keluarga

YOGYAKARTA, SENAYANPOST.com — Keluarga khususnya ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus, perlu mendapat dukungan dan peningkatan kemampuan agar ibu atau keluarga itu nantinya dapat mengembangkan rasa percaya diri dan mampu memperikan dukungan dan peluang agar anak yang berkebutuhan khusus itu mampu mengembangkan potensinya secara maksimal.

Media Manager PT Beierdorf Indonesia, Diana Raya, mengatakan, pemberdayaan ibu merupakan kata kunci yang paling tepat untuk langkah tersebut.

Menurut dia, NIVEA #SentuhanIbu merupakan komitmen jangka panjang dimana NIVEA ingin secara aktif berpartisipasi untuk memperkuat lingkungan sosial dengan mendukung keluarga

Dikatakan, NIVEA #SentuhanIbu ingin memberdayakan para ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus dengan meningkatkan kapasitas dan kepercayaan diri ibu-ibu peserta melalui program parents advisory program dan training for trainers.

“Kali ini NIVEA #SentuhanIbu hadir di SLB Negeri 2 Yogyakarta karena adanya kebutuhan dari sisi orang tua yang sesuai dengan program Sentuhan Ibu yang akan diusung. Selain itu pihak sekolah juga sangat terbuka untuk memfasilitasi kegiatan ini,” jelas Diana Raya kepada wartawan di sela pementasanoperet Timun Mas  di Taman Budaya Yogyakarta, Minggu (05/08/2018)..

Bekerja sama dengan Kemuning Kembar, dilakukan program Konseling untuk ibu dengan anak berkebutuhan khusus di SLB Negeri 2 Yogyakarta yang sebagian besar mengalami tuna grahita. NIVEA dan Kemuning Kembar, jelasnya mengembangkan support system bagi para ibu untuk memberikan pengetahuan dan motivasi yang dibutuhkan. Kegiatan dalam program ini termasuk pembelajaran di kelas dan lapangan, diskusi kelompok, dan konseling pribadi.

Kepala Sekolah SLB Negeri 2 Yogyakarta, Tunzinah mengatakan, sekolah sangat mendukung program ini dan kami dengan senang hati memfasilitasi dengan cara bersedia sebagai jembatan komunikasi antara Kemuning Kembar dengan orang tua.

“Kami melihat bahwa kerja sama dan keakraban orang tua dan anak lebih terjalin dan mereka sangat antusias dalam persiapan program ‘Proyek Orangtua-anak’ hari ini,” ujarnya.

Anak-anak berkebutuhan khusus ini kemudian tampil dalam Operet Timun Mas di Societet Militer Yogyakarta.

“Proses performance day ini diawali dengan proses latihan yang menggunakan metode art therapy pada 40-50 orang tua dan anak ini dilakukan tanpa melibatkan guru agar interaksi dan keterlibatan antara orang tua dan anak bisa lebih terasa,” katanya. (AF)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close