Opini

AM Hendropriyono: Satu Kata dan Perbuatan

MENJELANG pembukaan Konferensi Musik Nasional tanggal 7 Maret 2018 di Ambon, saya dan Glenn Fredly koordinator pelaksana, berkoordinasi menyiapkan penjemputan VVIP bagi pak Hendropriyono selaku Ketua Umum PAPPRI (Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia). Karena menurut rencana beliau akan tiba di Ambon pada tanggal 8 Maret 2018.

Namun kemudian beliau tidak bisa hadir dalam acara tersebut.
Ajudan menelpon saya dan mengatakan: Bapak mau bicara. Kemudian terdengar suara pak Hendropriyono yang mengatakan penyesalan beliau tidak bisa hadir, dan minta disampaikan salam kepada teman teman pengurus PAPPRI di Ambon.

Beliau tidak bisa hadir dalam KFM di Ambon karena harus mengawal penuh setiap hari perjuangan melalui PTUN membawa PKPI sebagai partai peserta pemilu.

“Saya harus turun tangan langsung,” kata beliau.

“Ini untuk kepentingan partai, tetapi juga untuk harga diri”.

Saya terharu mendengarnya. Saya melihat Pak Hendropriyono sedang berjuang “melawan” KPU dan Bawaslu mempertaruhkan “nama besar” beliau.

Saya bilang, “Bapak, saya hanya bisa berdoa. Saya akan selalu mendoakan semoga Bapak dan PKPI mendapatkan keadilan”

Beliau berkata: “Terima kasih Pak John. Nanti setelah PKPI lolos sebagai partai peserta Pemilu, saya akan mundur sebagai Ketua Umum PKPI. Saya mundur dari aktivitas”.

Saya terkesiap mendengarnya, beliau akan non aktif di partai dan organisasi? Tetapi untunglah saya segera menjadi tenang kembali setelah beliau melanjutkan: “Saya tetap di PAPPRI.”
Malam itu juga setelah selesai berbicara, saya berdoa sambil berdiri di halaman hotel Tirta Kencana. Saya yakin, sebagaimana halnya saya, tentunya ada sangat banyak orang yang mendoakan beliau agar “menang” di PUTN.

Membaca berita di media, AM Hendropriyono mundur dari PKPI dan mengembalikan mandat kepada Kongres, saya hanya bisa mengatakan: Itulah Negarawan. Itulah Perwira, Satria.
Satu…….. antara Kata dan Perbuatan.

Dan selesai menulis ini, saya mau berdoa agar Pak Hendro tetap berjuang bersama PAPPRI, karena masih panjang jalan yang harus ditempuh untuk keadilan dan kesejahteraan insan musik Indonesia.

Mari Bapak, kita bersama sama melangkah dalam satu semangat Musik Indonesia. Kiranya Allah SWT menyertai kita.

Penulis, Sekjen PAPPRI

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close