AM Hendropriyono Puas atas Pembangunan PLTA Batang Toru 

AM Hendropriyono Puas atas Pembangunan PLTA Batang Toru 
AM Hendropriyono mencermati penjelasan dari pelaksana proyek saat meninjau pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru di Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan.

SIBOLGA, SENAYANPOST.com - AM Hendropriyono dan rombongan Minggu (7/3/2021) meninjau pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru di Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan.

Peninjauan langsung di pembangunan terowongan pembantu di Sipirok didampingi beberapa pimpinan PT North Sumatera Hydro Energi (N-SHE), Danrem Kolonel Febriar Buyung, mantan Bupati Tapsel Syahrul Pasaribu, sejumlah, pejabat lainnya, dan pimpinan proyek PLTA.

AM Hendropriyono merasa puas dengan pembangunan proyek PLTA yang berjalan lancar walaupun sebelumnya banyak hambatan yang dilakukan sejumlah lembaga swadaya masyarakat di tingkat nasional. Sebelumnya juga ada hambatan dari NGO skala global.

"Ya akhirnya proyek ini bisa terus berlangsung karena sesungguhnya tidak ada yang dilanggar. PT N-SHE telah memenangkan gugatan mereka dan sudah inkracht van gewisjde," katanya.

AM Hendropriyono meninjau pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru di Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan.

Selaku pihak pemrakarsa pembangunan PLTA, AM Hendropriyono mengapresiasi kerja keras yang dilakukan para pelaksana proyek dan dukungan yang diberikan Pemda Tapanuli Selatan dan otoritas keamanan setempat.

Syahrul Pasaribu menambahkan, pembangunan PLTA diyakini malah membantu memelihara   lingkungan, terbukti Kabupaten Tapsel pada akhir masa jabatannya, tahun 2020, menerima penghargaan Kalpataru.

"Kami menerima penghargaan itu dari Ibu Menteri Lingkungan Hidup disaksikan Bapak Presiden," kata Syahrul Pasaribu yang menjabat Bupati Tapsel selama dua periode tahun 2010-2020.

AM Hendropriyono bersama rombongan di depan terowongan PLTA Batang Toru

PLTA Batang Toru itu Pembangkit Hydro terbesar di Sumatera, dengan kapasitas 4x127.5 MW. Nilai proyek USD 1,668 milyar atau sekitar Rp 20 triliun. Ada share 25 persen dari  PLN PJB.

PLTA ini ditargetkan beroperasi pada tahun 2026 dan akan memasok kebutuhan listrik di Sumatera dan dapat memperkuat pasokan listrik di Jawa-Bali.

Jika sudah beroperasi PLTA Batang Toru dapat memproduksi 2124.03 GWh per tahun dan dapat mengurangi emisi karbon sebesar 16 megaton pertahun. Selain itu akan dapat mengurangi belanja negara Rp 54 triliun setiap tahunnya.

PLTA Batang Toru juga memberikan kontribusi pencegahan pemanasan global, mendukung perekonomian dan kelestarian ekosistem utamanya Daerah Aliran Sungai Batang Toru. Saat ini sedang dikerjakan pembuatan terowongan sepanjang 12 km, dari Sungai Batang Toru hingga pembangkit listrik yang disiapkan di Marancar, Tapanuli Selatan.

Bupati Tapanuli Selatan menyambut baik kedatangan AM Hendropriyono di kantor Bupati di Sipirok. "Kehadiran Bapak di lokasi proyek tadi dapat menyemangati kami yang bekerja di sini, " kata BupatiTapanuli Selatan Dolly Pasaribu.

Pemda dan rakyat Tapanuli Selatan merasa sangat diuntungkan pembangunan PLTA Batang Toru. "Kami bersama rakyat Tapsel siap mengawal, ujar Bupati. (MU)