NasionalPeristiwaTerorisme

AM Hendropriyono: “Kita Bangsa Fighter, Harus Lawan Terorisme”

SENAYANPOST.Com — Rangkaian aksi teror kembali mengusik kedamaian. Di Surabaya, Jawa Timur, ledakan terjadi di tiga titik, Ahad (13/5/2018). Yaitu, Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel, Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) di Jalan Arjuno, dan Gereja Kristen Indonesia (GKI)di Jalan Diponegoro. Sehari kemudian, bom meledak di Polrestabes Surabaya, Senin (14/5/2018). Pagi tadi, Rabu (16/5/2018) sekitar pukul 08.30 WIB, Mapolda Riau diserang teroris.

Menyikapi rentetan peristiwa teror tsb, tokoh intelijen nasional AM Hendropriyono menegaskan, sebagai bangsa fighter kita tidak perlu panik dan seharusnya bersatu melawan terorisme.

“Kini sasaran dari terorisme itu tidak terbatas. Artinya, pelaku teror itu tidak pilih-pilih sasaran untuk melakukan pemboman. Oleh karena itu, pemberantasan terhadap terorisme juga harus tidak terbatas, rakyat harus bersama-sama bangkit melawan terorisme,” tegas Hendropriyono di Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Menurut Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) periode 2001-2004 itu, situasi yang dihadapi kini adalah perang tanpa deklarasi. Para pelaku teror sudah memulai dengan membunuh kita.

“Ini namanya perang teror. Nasib kita berada di tangan kita sendiri, begitu juga dengan nyawa kita. Kita tidak bisa mempercayakan nasib dan nyawa kita kepada polisi dan tentara yang jumlahnya terbatas, sedangkan sasaran terorisme jauh lebih luas. Oleh karena itu kita harus bersatu melawan teroris,” seru Hendropriyono.

Hendropriyono mengingatkan, dalam keadaan seperti ini persatuan dan kesatuan akan menentukan nasib bangsa Indonesia. Karena itu, janganlah terjebak dengan sikap yang kontraproduktif, seperti saling menyalahkan atau bahkan mewacanakan penggantian Kapolri dan Kepala BIN.

“Mau diganti seribu kali tetap sama, yang harus diganti metodenya, cara menghadapi terorisme yang harus diganti,” pungkas Hendropriyono. (ZSR)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close