Politik

AM Hendropriyono Imbau Para Purnawirawan Militer yang Berpolitik Ikuti Jejaknya

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Jenderal (Purn) Abdullah Mahmud Hendropriyono menegaskan dirinya bakal segera mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI). Dia pun berharap rekan-rekan purnawirawan militer yang berkecimpung di dunia politik juga bisa mengikuti jejaknya.

“Cepat-cepat menyadari kalau sudah banyak pengalaman mundur saja,” pesan Hendropriyono di Jakarta, belum lama ini.

Menurut Hendropriyono, seharusnya seorang pensiunan tentara tetap menjadi pejuang dan tidak berkecimpung di politik praktis. Ia pun menyarankan agar rekan-rekan tentara purnawirawan nya segera menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan di parpol.

“Kepada kawan-kawan saya yang lain supaya juga mudah-mudahan cepat menyadari kalau sudah banyak sekali pengalaman sudah mundur saja dan menasihati mereka yang belum punya pengalaman dan dukung mereka dari belakang,” kata Hendropriyono.

Lulusan akademi militer 1967 itu menambahkan, sebaiknya para politikus yang memasuki usia senja menikmati masa pensiun dengan tenang. Apalagi jika sudah sering keluar masuk rumah sakit untuk pengobatan.

“Kalau usia sudah tua sudah sering masuk bengkel artinya sudah bolak balik ke rumah sakit ngapain maju lagi sebaiknya suruh orang lain,” cetus tokoh intelijen nasional itu.

Ia juga tak lupa berpesan agar politikus di Indonesia ‘bercermin’ sebelum menghadapi pertarungan politik. Sebab, cara itu dinilai Hendropriyono sebagai upaya agar tetap mawas diri.

“Sering-sering bercermin kalau mau keluar rumah. Lihat diri kita ini masih pantas nggak? Mungkin pantas dulu sekarang nggak pantas,” ucap Hendropriyono.

Sebelumnya, AM Hendropriyono mengumumkan diri pamit dari dunia politik. Pengumuman ini jelas sangat mengejutkan, apalagi pengumuman ini disampaikan Hendropriyono setelah PKPI resmi ditetapkan KPU sebagai partai politik peserta Pemilu 2019 dengan nomor urut 20.

“Saya pribadi sudah merasa cukup, cukup untuk di dunia politik nasional,” kata Hendropriyono, di Jakarta, Jumat (13/4/2018).

Hendropriyono menegaskan, dirinya sudah cukup tua untuk politik saat ini. Cepat atau lambat, lanjutnya, dirinya pasti segera berhenti berpolitik.

“Bulan depan usia saya 73 mau 74, kalau tidak mau berhenti juga nanti diberhentikan Tuhan, enough is enough,” kata Hendro.

Ia menambahkan, dirinya sudah 3 kali jadi menteri dan dirinya sudah dapat pengalaman di partai politik.

“Dan ini pengalaman pertama dan terakhir saya mohon doa restu,” sambungnya.

Keputusan pamit dari politik sekaligus menegaskan sikap Hendropriyono untuk mundur dari jabatan Ketum PKPI.

Bagi Hendro, sudah saatnya yang muda untuk berkarya. “Biarkan yang muda yang memegang kekuasaan,” katanya.

Selain itu, dia mengatakan tugasnya untuk mempersatukan PKPI telah tuntas. Konsolidasi partai di tingkat pusat hingga daerah disebut Hendro sudah terjalin.

“Saya mengembalikan mandat ke kongres. Saya minta PKPI supaya menggelar kongres secepatnya,” katanya.

Dukung Jokowi Dua Periode

Hendropriyono menegaskan, dia tetap akan mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk periode ke dua. Mantan menteri di era Soeharto itu menilai Jokowi memiliki bukti kerja nyata.

“Menurut saya Jokowi ini orang yang paling bagus yang saya kenal selama duduk di pemerintahan,” tutur dia.

Dia juga mengungkapkan tidak mendukung langkah politik yang dijalankan kedua juniornya di militer yakni SBY dan Prabowo.

“Itu junior saya yang paling baik tapi kalau buat jadi presiden tidak saya pilih,” kata Hendropriyono.

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close