Politik

Alasan PPP Sengaja Ungkap Upaya Jokowi Tawari Prabowo Jadi Cawapres

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Ketua Umum PPP Romahurmuziy membeberkan adanya upaya Jokowi menggaet Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai cawapres pada Pilpres 2019.

Menurut Sekjen PPP Arsul Sani mengatakan, hal itu sengaja diungkap Romahurmuziy alais Romi untuk merespons tanggapan Gerindra yang menyebutkan bahwa Jokowi menjanjikan Prabowo sejumlah posisi menteri jika bergabung.

Ia memastikan keinginan Jokowi untuk menggandeng Prabowo murni demi persatuan nasional.

“Itu, kan, dimulai dari lontaran Gerindra terlebih dahulu bahwa ada upaya menjadikan Prabowo sebagai cawapres dengan iming-iming sejumlah tertentu. Kan, mulainya dari situ,” kata Arsul dalam keterangannya yang dikutip, Selas (16/4).

Arsul mengatakan, upaya menyatukan Jokowi dan Prabowo bertujuan untuk menghindari terbelahnya masyarakat pada Pemilu 2019.

“Ada pihak lain di internal Gerindra yang orangnya enggak usah kita sebut, yang justru menyuarakan bahwa Prabowo diiming-imingi jadi cawapres Jokowi dalam tanda kutip dapat jumlah tertentu. Saya kira itu aja untuk meng-counter itu aja,” papar Arsul.

Sebelumnya, Ketua Umum PPP Romahurmuziy mengungkapkan, Jokowi sempat menanyakan pendapatnya jika ia menggandeng Prabowo sebagai cawapres pada Pilpres 2019.

Hal ini disampaikan Romy saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama PPP di Hotel Patra, Semarang, Jumat (13/4/2018).

Romi mengaku menyambut baik ide Jokowi tersebut. Prabowo, kata Romi, juga mengapresiasi tawaran Jokowi.
Romi menyampaikan, saat itu Prabowo merasa terhormat karena mendapatkan tawaran dari Jokowi untuk menjadi cawapres.

Ia mengatakan, dua pekan yang lalu, Prabowo mengirim utusan ke Jokowi untuk menanyakan kelanjutan tawaran cawapres.

Namun, kata Romi, Jokowi belum bisa menjawab karena masih harus mendengar masukan dari semua ketua umum parpol yang beberapa di antaranya masih berada di luar negeri atau masih disibukkan urusan partai.

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close