Alasan Penggunaan AC Percepat Penyebaran Infeksi Virus COVID-19

Alasan Penggunaan AC Percepat Penyebaran Infeksi Virus COVID-19

Oleh: Prof. dr. Madarina Julia, Sp.A (K), MPH., Ph.D.

SURAT terbuka untuk Profesor Agus

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Prof. Agus, saya Prof. Madarina dari (MMR) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM), istrinya Dr. Sugeng Yuwana.

Saya ingin men-share suatu paper yang saya temukan. Meskipun belum peer-reviewed, isinya sangat menarik. Paper tersebut mengatakan bahwa berdasarkan penelitian di China dan pengamatan di seluruh dunia, high temperature and high relative humidity reduce the transmission of COVID-19.

Paper tersebut ditambah dengan kenyataan bahwa angka kematian di negara kita jauh lebih rendah daripada di negara-negara Eropa dalam kurun waktu yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa kita mungkin diuntungkan dengan suhu dan kelembaban yang tinggi.

Meskipun saya tidak punya data detil siapa saja korban meninggal akibat COVID-19 ini, tapi melihat sekilas data yang muncul di berbagai WhatApps group, sebagian besar korban adalah orang Jakarta dengan status sosial menengah ke atas.

Saya menduga, mereka adalah orang yang terbiasa hidup di lingkungan yang menggunakan AC (rumah ber-AC, mobil ber-AC) disertai jendela yang tertutup rapat.

AC dapat menurunkan suhu ruangan dan mengurangi kelembaban. Dua hal yang sangat menguntungkan transmisi virus COVID 19, apalagi disertai dengan sirkulasi yang tertutup. Virus akan terkonsentrasi tinggi.

Saya mempunyai usul. Social dan physical distancing mungkin tetap perlu, tetapi mungkin perlu ditambah dengan larangan penggunaan AC di tempat umum dan himbauan untuk meminimalkan penggunaan AC di rumah.

Saya juga melihat bahwa saat ini banyak arus mudik dari Jakarta. Itu fenomena yang saya rasa sulit dihambat karena mungkin dengan situasi seperti ini, kehidupan mereka di Jakarta tidak mudah.

Saya usul, mereka tetap boleh mudik, tetapi dengan kendaraan umum (bis dan kereta api) yang jendelanya terbuka sehingga sirkulasi baik, tanpa AC. Perjalanan siang.

Saya berharap sesampai yang bersangkutan di kampung halaman, banyak virus yang akan mati akibat suhu dan kelembaban yang tinggi. Mohon maaf saya tidak punya usul untuk penerbangan, tapi konsepnya adalah suhu tinggi dan lembab.

Demikian usulan saya. Ini usulan pribadi dan tidak mengatas-namakan organisasi apapun Prof. Hanya sebagai pertimbangan. Wassalam, Madarina.

* Prof. dr. Madarina Julia, Sp.A(K), MPH., Ph.D, adalah akademisi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada.