Selebriti

Alasan Kesehatan Sang Ibu, Taylor Swift Belum Jadwalkan Tour Album Lover

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Kabar sedih disampaikan penyanyi Taylor Swift dalam sebuah wawancara dengan Variety, pada Selasa, 21 Januari 2020 lalu.

Swift mengungkapkan, ibundanya, Andrea Swift, tengah berjuang melawan penyakit kanker payudara dan tumor otak.

Swift mengungkapkan, tumor otak itu muncul ketika sang ibu tengah dalam proses pengobatan kanker payudara yang diidapnya sejak 2015

“Dia sedang menjalani kemoterapi, dan itu hal yang cukup sulit untuk dilalui seseorang. Ketika dia menjalani perawatan, mereka menemukan tumor otak,” kata Swift.

Taylor mengatakan bahwa gejala yang dialami sang ibu berbeda dengan kanker yang diidapnya. Diagnosa ini juga membuat Taylor cemas akan kesehatan sang ibu.

“Dan gejala-gejala dari apa yang dialami seseorang ketika mereka memiliki tumor otak tidak seperti yang pernah dialami kankernya sebelumnya. Jadi ini waktu yang sangat sulit bagi kita sebagai keluarga,” katanya.

Penyanyi berusia 30 tahun ini sangat ingin memperhatikan kesehatan sang ibu supaya bisa melewati kanker payudara dan tumor otak secara bersamaan.

“Bagiku, dia benar-benar kekuatan penuntunku. Hampir setiap keputusan yang kubuat, aku berbicara dengannya terlebih dahulu. Jadi jelas sangat penting untuk membicarakan penyakitnya,” lanjutnya.

Taylor Swift juga menegaskan bahwa penyakit ibunya adalah alasan utama mengapa dia belum menjadwalkan tur dunia untuk album terbarunya berjudul Lover.

“Aku ingin bisa bekerja sebanyak yang bisa aku tangani sekarang, dengan semua yang terjadi di rumah. Dan aku ingin mencari cara agar aku bisa melakukan kedua hal itu,” lanjutnya.

Taylor Swift juga saat ini ingin memaksimalkan waktunya untuk menemani dan mendukung sang ibu.

“Maksudku, kita tidak tahu apa yang akan terjadi,” lanjutnya.

“Kami tidak tahu perawatan apa yang akan kami pilih. Itu hanya keputusan yang diambil pada saat itu, untuk saat ini, untuk apa yang sedang terjadi,” katanya. (Jo)

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close