Alasan Etika, 85 Perwira TNI Batal Dilantik Jenderal Gatot Nurmantyo

18:33
975
JAKARTA, SENAYANPOST.com - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo tidak akan melantik 85 perwira tinggi dan menengah yang namanya baru saja dimutasi.
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo beserta Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono dan Kasal Laksamana TNI Ade Supandi mengantar Kasau Marsekal TNI Hadi Tjahjanto ke DPR untuk uji kelayakan dan kepatutan sebagai Panglima TNI.

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo tidak akan melantik 85 perwira tinggi dan menengah yang namanya baru saja dimutasi.

“Tujuannya agar Pak Hadi bisa mengevaluasi lagi,” katanya, Kamis (7/12/2017).

Gatot sebelumnya merotasi 85 perwira tinggi dan menengah di lingkungan TNI seperti tertuang dalam surat keputusan tentang pemberhentian dan pengangkatan jabatan di lingkungan Mabes TNI.

Walaupun saat ini dia masih menjabat secara resmi sebagai Panglima TNI, namun Gatot menuturkan jika dia melantik para perwira saat ini memurutnya tidak etis.

“Tidak melanggar hukum, tapi etika,” ucap Gatot.

Gatot mengatakan rapat rotasi 85 prajurit itu dilakukan pada 30 November 2017. Kemudian disahkan pada 4 November 2017 pada rapat Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi. Surat tersebut juga ditanda tangani oleh Kepala Staf Angkatan Darat, Laut, Udara. “Juga Wakabin, Wagub Lemhanas, Sekretaris Menkopolhukam, Irjen TNI, dan Kepala Bin paraf, jadi semua sah,” ujar dia.

Jenderal Gatot Nurmantyo mengeluarkan surat keputusan tentang pemberhentian dan pengangkatan jabatan di lingkungan Mabes TNI. Surat dengan nomor Kep/982/XII/2017 itu menetapkan 85 perwira yang dihentikan, dimutasi, dan diangkat. Rinciannya adalah 46 perwira di TNI Angkatan Darat, 28 perwira di Angkatan Laut, dan 11 perwira di Angkatan Udara.

Gatot Nurmantyo mengaku sebelum tanggal 4 Desember 2017 dia tidak mengetahui sama sekali tentang nama jenderal yang ditunjuk Presiden untuk menggantikannya.

“Saya sama sekali tidak tahu, saya tahunya setelah ditelepon oleh Mensesneg, setelah beliau menyerahkan surat ke DPR,” tuturnya.

Setelah surat dari presiden itu sampai ke DPR, Gatot Nurmantyo langsung menghadap dan meminta Presiden Jokowi untuk segera melakukan pelantikan pada panglima baru.

“Sehingga tidak ada nuansa pergantian,” kata Gatot Nurmantyo.

Comments

comments