Travel

Alasan Angkutan Umum Jarang Terlihat di Bali

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Angkutan umum biasanya jadi bagian sistem transportasi di perkotaan. Terlebih di kota-kota dengan populasi yang padat dan ramai, sistem transportasi umum terintegrasi jadi solusinya. Tapi hal itu tidak ditemukan di Bali. Di Bali, jarang ditemui angkutan umum.

Menurut penuturan warga lokal, Dika, masyarakat Bali lebih menyukai kendaraan pribadi, khususnya roda dua. “Orang Bali lebih suka naik motor. Dan kebanyakan motor matic,” kata Dika di Denpasar.

Ada alasan mengapa kendaraan roda dua dipilih sebagai alat transportasi utama masyarakat Bali. Salah satunya karena jarak antar wilayah yang tidak terlalu jauh.

“Di Bali, dari ujung ke ujung bisa ditempuh antara 2 sampai 3 jam. Jadi bisa dijangkau dengan naik motor,” katanya lagi.

Sebagai destinasi wisata, infrastruktur di Bali memang sudah cukup bagus. Bahkan sudah ada tol Mandara sepanjang 8 km yang melintasi laut untuk menghubungkan Nusa Dua, Bandar Udara Ngurah Rai, dan Tanjung Benoa. Tol ini juga bisa dilintasi pengendara motor, baik siang ataupun malam.

Selain warga lokal, wisatawan domestik maupun asing yang berlibur ke Bali juga lebih memilih berkeliling Pulau Dewata menggunakan sepeda motor. “Di sini kan banyak penyewaan motor. Dan bule-bule juga lebih suka naik motor, karena bisa lebih enak buat blusukan sampai ke wilayah pedesaan Bali,” terang Dika.

“Selain motor, yang lagi tren di sini taksi online. Jadi orang lebih suka naik semacam Grab, Go-Jek. Makanya angkutan umum jarang,” katanya lagi.

Meski begitu, bukan berarti di Bali tidak ada angkutan umum sama sekali. Dalam amatan detikcom, di daerah Sanur, Denpasar, sesekali masih bisa ditemui angkutan umum berwarna hijau yang lalu lalang melayani rute jarak pendek. (AR)

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close