Lintas Daerah

Aktivis Muda NU Prihatin dengan Ancaman Pembungkaman Kebebasan Pers

BANJARMASIN, SENAYANPOST.com – Aktivis muda Nahdlatul Ulama (NU) Kalimantan Selatan mengaku ikut prihatin dengan ancaman kebebasan pers yang masih terjadi di Tanah Air. Seperti tragedi kematian Muhammad Yusuf, wartawan media online www.kemajuanrakyat.co.id yang meninggal di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas IIB, Kotabaru, Kalimantan Selatan, pada Minggu (10/6) lalu.

Meski masih plus minus, keberanian wartawan tersebut patut dihargai sebagai bagian dari kebebasan pers yang harus dilindungi dan didukung publik.

Aktivis muda NU Surya Fermana mengatakan, kebebasan pers dalam ancaman, apalagi sekarang justru aparat penegak hukum malah mengenakan sanksi pidana menjadi ancaman pembungkaman kebebasan berpendapat.

“Kita harus mendukung orang nomor satu di Indonesia, yakni Presiden Joko Widodo untuk menjaga kebebasan pers yang telah diperjuangkan lama sejak era reformasi,” tutur Surya saat saat acara buka puasa bersama di Rumah Makan Sari Patin, Banjarmasin, Rabu (13/6) yang juga dihadiri Katib Syuriah PWNU Kalsel, HM Syarbani Haira yang juga Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Kalsel.

Surya yang dikenal juga sebagai pengamat intelijen Banua dan berkiprah di Jakarta ini mengatakan, kasus yang menimpa M Yusuf dan hingga harus menjemput nyawa ketika ditahan dalam kasus pemberitaan menjadi pembelajaran berharga dalam terus menjaga kebebasan pers di Indonesia.

“Jangan sampai, justru kebebasan pers dan kebebasan berpendapat semakin memburuk. Ini harus menjadi perhatian dari Presiden Joko Widodo,” cetus Surya.

Kondisi tersebut juga diamini Katib Syuriah PWNU Kalsel, HM Syarbani Haira.

Pengalamannya yang pernah menjadi wartawan diceritakan kepada para aktivis muda NU yang hadir dalam acara buka puasa tersebut.

Begitu pula, Khairi Fuady, mahasiswa hubungan internasional UIN Jakarta serta Muhammad Radini, mantan aktivis PMII Kalsel dan pengurus KNPI Kalsel berharap agar kebebasan berpendapat dan pers di Kalsel benar-benar bisa terjaga.

“Pada prinsipnya, perjuangan kemasyarakatan, keagamaan dan kenegaraan bagi anak-anak muda tak boleh terhenti. Kami akan melanjutkan para senior, khususnya di NU Kalsel,” kata Khairi Fuady, yang merupakan cucu dari pahlawan nasional, KH Idham Chalid ini. (MU)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close