Aksi Demo Tolak UU Cipta Kerja di Lampung Ricuh, Presiden BEM Unila: Tak Ada Mahasiswa yang Meninggal

Aksi Demo Tolak UU Cipta Kerja di Lampung Ricuh, Presiden BEM Unila: Tak Ada Mahasiswa yang Meninggal
Presiden BEM Unila Irfan Fauzi (foto Akhmad Sadad-SP)

LAMPUNG, SENAYANPOST.com - Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Lampung (BEM Unila), Irfan Fauzi Rachman mengatakan, saat terjadi kericuhan dalam aksi demo menolak UU Cipta Kerja di kantor DPRD Provinsi Lampung, Rabu (6/10/2020) tak ada mahasiswa yang meninggal seperti yang diberitakan.

"Tidak ada mahasiswa yang meninggal, berita itu tak benar, " kata Irfan Fauzi Rachman, kepada awak media, saat aksi demonstrasi mahasiswa bersama ratusan buruh menolak UU Cipta Kerja di Tugu Adipura Bandarlampung, Kamis (8/10/2020). 

Dalam bentrokan dengan aparat saat aksi demo penolakan UU Cipta Kerja kemarin, ia mengakui memang ada beberapa mahasiswa yang mengalami luka-luka dan dirawat di sejumlah rumah sakit di Bandarlampung namun tidak ada yang meninggal. 

Ia menyebut, bentrokan yang terjadi bukan dipelopori mahasiswa tetapi ada penyusup yang memanfaatkan situasi aksi sehingga memunculkan kericuhan. "Dugaan kami ada penyusup sehingga menimbulkan chaos," katanya. 

Meski demikian, kata dia, mahasiswa bersama ratusan buruh akan terus menyuarakan penolakan UU Cipta Kerja karena akan merugikan kalangan buruh. "Hari ini kami bersama ratusan buruh melakukan aksi penolakan UU Cipta Kerja," ujarnya.

Sementara itu di tempat terpisah,  terkait aksi penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja yang berujung ricuh, pada Rabu (7/10/2020) kemarin, para rektor perguruan tinggi di Provinsi Lampung yang tergabung dalam Forum Rektor menyatakan sikap dan mengaku prihatin atas kericuhan itu.

"Ada clash antara mahasiswa dan aparat, mudah-mudahan tidak terulang lagi," kata Rektor Unila, Prof Karomani, didampingi beberapa rektor lainnya, di Mapolda Lampung, Kamis (8/10/2020).

Menurut dia, aksi demonstrasi atau penyampaian aspirasi sebenarnya memang diatur dalam konstitusi, dan hak warga negara. Tapi, ia menyayangkan dalam aksi tersebut terjadi anarkis. 

Sebelumnya, pihak kampus Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya angkat bicara terkait informasi beredar adanya korban jiwa mahasiswa IIB Darmajaya dalam aksi demo Cipta Kerja di kantor DPRD Lampung.

Rektor IIB Darmajaya, Ir Firmansyah Alfian MBA, MSc kepada wartawan menyatakan, informasi yang menyebutkan ada mahasiswa Darmajaya meninggal dunia dalam aksi itu merupakan informasi yang tidak benar.

Menurutnya, dari hasil komunikasi dengan wakil rektor dan jajaran, memang ada mahasiswa, termasuk IIB Darmajaya yang menjadi korban. Namun, tidak ada yang meninggal dunia. 

“Saya mendapat informasi ada kurang lebih 12 orang anak-anak kita (mahasiswa lintas kampus) yang menjadi korban dan dirawat di rumah sakit. Tapi, tidak ada korban jiwa. Jadi informasi tersebut saya pastikan hoaks,” jelasnya. (ws)