Akibat Pandemi Corona, Sri Mulyani: Wanita Kehilangan 50 Persen Jam Kerja, Pria 35 Persen

Akibat Pandemi Corona, Sri Mulyani: Wanita Kehilangan 50 Persen Jam Kerja, Pria 35 Persen
Sri Mulyani

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan ketimpangan gender semakin meningkat akibat pandemi Covid-19.

"Pandemi betul-betul menghantam keras seluruh masyarakat tapi dampaknya lebih berat lagi bagi perempuan," ujar dia.

Sebab, kata dia, Covid-19 betul-betul berdampak pada sektor seperti restoran, akomodasi, atau hotel dan pekerja rumahan. Dalam laporan awal dari ADB UN Woman High Level Round Table tahun 2020 dinyatakan bahwa 54 persen dari 75 juta pekerja di restoran dan industri akomodasi adalah perempuan.

Karena itulah, Sri Mulyani mengatakan perempuan menjadi pihak yang menderita dari kondisi pandemi ini karena pekerjaan mereka paling terdampak Covid-19. "Perempuan kehilangan 50 persen dari jam kerjanya, sementara laki-laki hanya kehilangan 35 persen (jam kerja)," tuturnya.

Di tingkat global, Sri Mulyani mengatakan pendapatan dari 740 juta pekerja perempuan di sektor informal juga berkurang sebesar 60 persen dalam bulan pertama setelah terjadinya Covid-19. Artinya, terjadi implikasi yang asimetris dari Covid-19 ini.

Dia mengatakan dalam situasi normal, angkatan kerja perempuan di Indonesia lebih rendah dari negara lain. Sekarang, jumlahnya menjadi semakin turun akibat pandemi. Di dalam negeri, partisipasi kerja perempuan pada tahun ini juga sedikit turun menjadi 54,56 persen dari 55,5 persen di tahun lalu.

Di sisi lain, dia melihat beban kerja perempuan semakin besar setelah mereka kehilangan pendapatannya di tengah pandemi. Pasalnya, saat ini mereka Tidak lagi mampu membayar day care atau tempat penitipan anak.

"Mereka mungkin bisa bekerja di rumah atau WFH tapi di saat yang sama mereka harus merawat anak-anak mereka sendiri. Jadi mengerjakan kerja-kerja rumah tangga sambil terus bekerja untuk urusan pekerjaannya," ujar Sri Mulyani