Akibat Hukum Jika Menolak Jadi Saksi

06:15
173
Tim Konsultasi Hukum SenayanPost yang saya hormati, Di daerah tempat tinggal saya telah terjadi peristiwa pidana. Salah seorang kerabat saya berada di tempa
Saksi di pengadilan (ilustrasi)

Tim Konsultasi Hukum SenayanPost yang saya hormati,

Di daerah tempat tinggal saya telah terjadi peristiwa pidana. Salah seorang kerabat saya berada di tempat kejadian perkara saat itu yang secara langsung menyaksikan dan mengetahui kejadian tersebut.

Kemudian setelah peristiwa tersebut diproses kepolisian, kerabat saya dipanggil menjadi saksi untuk peristiwa tersebut, Namun, dia menolak dan tidak mau dijadikan saksi dalam peristiwa tersebut.

Pertanyaan saya, apakah ada sanksi hukum yang akan diterima kerabat saya jika dia menolak panggilan menjadi saksi sedangkan dia sendiri mengetahui secara langsung kejadian tersebut?

Mohon pencerahannya. Terima kasih

Andreas, Serang

Saudara Andreas Terima kasih atas pertanyaannya

Penjelasan Seperti yang dituangkan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) Pasal 1 angka 26, saksi adalah orang yang dapat memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan, penuntutan, dan peradilan tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri, ia lihat sendiri dan ia alami sendiri.

Sedangkan untuk keterangan saksi merupakan salah satu alat bukti dalam perkara pidana yang berupa keterangan dari saksi mengenai suatu peristiwa pidana yang ia dengar sendiri, ialihat sendiri, dan ia alami sendiri dengan menyebut alasan dari pengetahuannya itu (Pasal 1 angka 27 KUHAP).

Penolakan pemanggilan sebagai saksi dikategorikan dan digolongkan sebagai bentuk tindak pidana menurut Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Yang ancaman hukuman bagi orang yang menolak pemanggilan sebagai saksi diatur dalam Pasal 224 ayat (1) KUHP, yang berbunyi: “Barang siapa dipanggil sebagai saksi, ahli atau juru bahasa menurut undang-undang dengan sengaja tidak memenuhi kewajiban berdasarkan undang-undang yang harus dipenuhinya, diancam: 1. Dalam perkara pidana, dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan.”

Kemudian dalam bukunya yang berjudul Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) serta Komentar-komentarnya lengkap Pasal demi Pasal , R. Soesilo mengatakan bahwa supaya dapat dihukum berdasarkan Pasal 224 , orang tersebut harus: 1. Dipanggil menurut Undang-Undang (oleh Hakim) untuk menjadi saksi, ahli atau juru bahasabaik dalam perkara pidana, maupun dalam perkara perdata. 2. Dengan sengaja tidak mau memenuhi (menolak) suatu kewajiban yang menurut Undang-Undang harus ia penuhi, misalnya kewajiban untuk datang pada saat sidang dan memberikankesaksian, keterangan keahlian, menerjemahkan. Orang itu harus benar-benar dengan sengaja menolak memenuhi kewajibannya tersebut, jika ia hanya lupa atau segan untuk datang saja, maka ia dikenakan Pasal 552 KUHP.

Comments

comments