Akibat Gempa di Halmahera Selatan: Dinding Retak dan Listrik Mati

Akibat Gempa di Halmahera Selatan: Dinding Retak dan Listrik Mati

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Gempa bumi tektonik dengan kekuatan magnitudo 5,2 mengguncang Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, Jumat (26/2/2021) malam.

Akibat gempa itu, aliran listrik padam seketika. Selain itu, berdasarkan laporan juga ada sejumlah pagar perkantoran yang roboh.

Getaran gempa ini disebutkan dirasakan dengan skala MMI IV di ibu kota Kabupaten Halmahera Selatan tersebut. 

Skala MMI IV artinya pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela serta pintu berderik dan dinding berbunyi.

"Lampu langsung mati. Barang-barang jatuh semua, orang lari ke luar," tutur Saleh, salah satu warga Bacan dikutip CNN Indonesia.

Kerusakan akibat gempa bumi 5,2 Skala Richter di Halmahera Selatan, Maluku Utara, Jumat (26/2/2021) malam. Tampak rak dan dagangan di supermarket berjatuhan.Kerusakan akibat gempa bumi 5,2 Skala Richter di Halmahera Selatan, Maluku Utara, Jumat (26/2/2021) malam. Tampak rak dan dagangan di supermarket berjatuhan. (Foto: dok. istimewa)

Berdasarkan laporan, pagar tembok Kantor Pengadilan Negeri Halmahera Selatan roboh karena guncangan gempa yang terjadi. Selain itu, ada pula laporan dinding-dinding bangunan yang retak, termasuk rumah sakit dan Gedung DPRD.

Sementara ini, belum diketahui dampak lain dari gempa tersebut, termasuk kemungkinan jatuhnya korban luka atau jiwa.

BMKG melansir gempa pada pukul 18.02 WIB itu memiliki pusat di darat, 11 kilometer Labuha, Halmahera Selatan. Gempa itu berada pada kedalaman 10 kilometer.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar lokal. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan sesar turun (normal fault)," ungkap Kepala Stasiun Geofisika Kelas III Ternate, Andri Wijaya Bidang.

Atas gempa tersebut, BMKGmelansir tak ada potensi tsunami. Selain itu, hingga saat ini BMKG melaporkan belum ada aktivitas gempa susulan. Warga juga diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Selain itu, warga diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa.

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah," ujar Andri.

Kerusakan yang terjadi akibat gempa Halmahera itu diungkap Koordinator Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono, melalui akun Twitternya.