Breaking NewsInternasional

Akhirnya Trump Perintahkan Militernya Serang Suriah

WASHINGTON, SENAYANPOST.com –┬áPresiden AS Donald Trump akhirnya mengeluarkan perintah kepada militernya untuk meluncurkan serangan presisi terhadap Suriah. Operasi militer itu berlangsung bersama Inggris dan Prancis.

“Beberapa waktu yang lalu, saya memerintahkan Angkatan Bersenjata Amerika Serikat untuk meluncurkan serangan presisi pada target yang terkait dengan kemampuan senjata kimia diktator Suriah Bashar al-Assad,” kata Trump seperti dikutip ABC, Sabtu (14/4/2018).

“Operasi gabungan dengan Angkatan Bersenjata Prancis dan Inggris sekarang sedang berlangsung,” sambung Trump.

Trump mengatakan bahwa pembantaian pada akhir pekan lalu di Douma, Suriah adalah eskalasi signifikan dalam pola penggunaan senjata kimia oleh rezim yang sangat mengerikan.

“Serangan jahat dan keji meninggalkan ibu dan ayah, bayi dan anak-anak meronta-ronta kesakitan dan terengah-engah. Ini bukan tindakan seorang pria,” kata Trump, mengacu pada Assad.

“Itu adalah kejahatan monster,” ucapnya.

Tak lama setelah pernyataan Trump itu, serangkaian ledakan terdengar di ibu kota Suriah, Damaskus pada pukul 01.00 GM atau sekitar pukul 07.00 WIB.

Usai serangkaian ledakan itu, koresponden AFP di Suriah, mendengar suara jet-jet tempur di langit kota Damaskus. Asap hitam terlihat membubung dari sisi utara dan timur kota terbesar di Suriah itu.

Jenderal Joseph Dunford, salah satu perwira tinggi ternama AS, mengatakan bahwa serangan udara itu menghantam tiga target. Ketiga target itu adalah pusat riset di dekat Damaskus, fasilitas gudang, dan pos komando juga di dekat ibu kota, serta fasilitas penampungan senjata kimia di dekat Homs.

Jenderal Dunford mengatakan, persenjataan anti-serangan udara Suriah mencoba melawan tetapi sejauh ini belum dikabarkan jatuh korban di pihak sekutu.

Serangan kali ini menandai meningkatnya eskalasi dibanding serangan AS tahun lalu yang hanya mengandalkan misil penjelajah dan menyasar satu pangkalan udara.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Jim Mattis mengatakan, tak ada rencana menambah serangan udara kecuali jika Assad kembali menggunakan senjata kimia.

“Kami sangat terukur dan proporsional, tetapi di saat yang sama ini merupakan serangan yang berat,” kata Mattis. (WW)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close