Teknologi

Akhiri Dominasi Go-Pay, Grab akan Gabungkan OVO dengan DANA

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Grab Holdings terus berupaya menumbangkan dominasi Gojek di Indonesia di sektor pembayaran digital. Terbaru, raksasa ride hailing asal Singapura itu sedang dalam pembicaraan untuk memergerkan dompet digital (e-wallet) OVO dan DANA.

Dalam laporan tersebut disebutkan Grab merupakan pemegang saham OVO.Laporan tersebut juga menyampaikan jika kesepakatan tercapai, Grab akan membeli mayoritas saham DANA, dompet digital milik PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) dan Ant Financial yang didukung Alibaba.

Setelah itu, OVO dan DANA akan dimerger. Tidak segera jelas berapa nilai kesepakatan tersebut. Namun dalam laporan Finance Asia, mengutip seorang sumber, valuasi OVO mencapai US$ 2,9 miliar. Adapun valuasi DANA belum bisa ditentukan.

Berdasarkan kabar yang beredar EMTEK menguasai 50% lebih saham DANA, dompet digital yang dirikan sejak 2017. Pembicaraan untuk merger mengikuti pengumuman SoftBank Group Corp pada bulan Juli untuk menginvestasikan US$ 2 miliar di Indonesia melalui Grab.

Grab dan OVO menolak berkomentar, sementara DANA mengatakan tidak mengomentari rumor pasar. Emtek, Ant Financial, dan SoftBank tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Untuk memuluskan rencana itu, Grab dan pemilik OVO dan DANA harus mendapatkan restu dari Bank Indonesia (BI), selaku regulator sistem pembayaran di Indonesia. Namun BI belum mendapatkan informasi tentang hal ini.

“Belum ada pengajuan,” ujar Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Filianingsih Hendarta seperti dikutip Reuters.

Jika merujuk Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 20/6/PBI/2018 tentang uang elektronik disebutkan pemegang saham mayoritas atau menguasai di atas 51% saham penerbit uang elektronik harus warga negara Indonesia atau berbadan hukum Indonesia.

Itu artinya untuk bisa menjadi pemegang saham mayoritas di Indonesia, Grab harus berbadan hukum Indonesia.

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close