Nasional

Akan Dibangun Pelabuhan Internasional, Menteri ATR/BPN Ingatkan Warga Subang Jangan Mudah Jual Sertifikat

SUBANG, SENAYANPOST.com – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Dajlil menyerahkan secara simbolis 10 sertifikat dari 929 bidang di kantor Kecamatan Pusakanagara, Subang.

Sofyan menyatakan pihaknya akan terus berusaha mempercepat kepemilikan tanah memiliki kekuatan hukum dan masyarakat akan cepat tumbuh termasuk daerahnya berkembang.

Apalagi wilayah Pusakanagara dan sekitrarnya sedang dibangun pelabuhan internasional Patimban, sehingga berpengaruh terhadap harga jual tanah. Untuk itu dia mengingatkan warga supaya tidak mudah menjual sertifikat.

“Saya titip kalau sertifikat jangan dijual, tetapi kalau dijadikan agunan untuk modal demi kesejahteraan keluarga, silakan. Itu pun, harus pintar-pintar menghitung, artinya jika pinjam sesuaikan dengan kebutuhan,” kata Menteri Sofyan Djalil, di Subang, Selasa (14/1/2020).

Dia juga mengingatkan Pemkab Subang untuk menertibkan lahan-lahan atau aset tanah termasuk milik negara. Jangan sampai di kemudian hari menjadi masalah dan berproses panjang.

“Sesuai dengan arahan presiden, program sertifikat nasional ditargetkan selesai, di Subang ini masih banyak tanah negara yang perlu ditertibkan,“ imbuh dia.

Bupati Subang Ruhimat merasa bersyukur dengan adanya program percepatan sertifikat karena sangat membantu masyarakat dan bisa dijadikan permodalan untuk kesejahteraan keluarga.

Selain itu pun, Subang sedang terus melakukan inventarisasi lahan-lahan yang ada dan tentu saja berkoordinasi dengan ATR/BPN.

Kepala ATR/BPN Subang, Joko S. menyebutkan, pembagian sertifikat tersebut akan dilakukan pada warga di empat kecamatan yakni Kecamatan Pusakanagara, Pusakajaya, Compreng, dan Dawuan.

Sertifikat tanah tersebut berasal dari kegiatan redistribusi tanah dalam program reforma agraria.

“Ada 2.180 bidang pada tahun 2019 yang berhasil disertifikatkan dari empat kecamatan tersebut. Lalu pada tahun 2020 ini, ditargetkan untuk melakukan pensertifikatan tanah sebanyak 5.000 bidang dari tanah eks hak erpacht, eigendom atau yang sesuai dengan objek reforma agraria,” katanya. (WS)

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close