Akad Nikah Siri Diulang di KUA atau Disahkan?

Akad Nikah Siri Diulang di KUA atau Disahkan?
Ilustrasi

Pertanyaan:

Di daerah kami banyak terjadi nikah siri. Beberapa waktu kemudian melalukan nikah secara negara di Kantor Urusan Agama (KUA). Apakah akad nikah (ijab qobul) yang sudah dilakukan pada saat nikah siri harus diulang di KUA atau cukup disahkan?

Apa bedanya nikah siri dan nikah di KUA?
Mohon dijelaskan.

Ali Samhudi
Indramayu.


Jawaban:

Di daerah lain juga terjadi hal yang demikian. Dua kali nikah, sesudah nikah siri lalu ke KUA. Ada juga aturan-aturan, itu mengakomodir pernikahan yang tidak bisa dibuktikan dengan dokumen nikah atau tidak tercatat.

Zaman dulu banyak orang nikah, sudah punya anak tapi nggak punya buku nikah. Dalam Kompilasi Hukum Islam ada jalannya, ada ketentuan, jika pernikahan tidak bisa dibuktikan dengan dokumen maka mereka mengitsbatkan pernikahan di pengadilan agama.

Itsbat nikah dilakukan di pengadilan agama. Akan tetapi, soal pernikahan siri tetap sah asalkan rukun nikah terpenuhi. Antara lain ada persetujuan orag tua, syarat umur, calon pengantin perempuan tidak terikat dalam perkawinan dengan lelaki lain, dan seterusnya.

Siri itu artinya rahasia, nikah diam-diam tapi dilakukan secara agama. Nikah itu ada syarat dan rukunnya. Sesuai dengan agama, hukumnya lengkap, ijab kabul benar, ada semua saksi atau wali ada. 

Bedanya, nikah siri dan nikah di KUA ada pada kekuatan hukum. Nikah siri tidak mempunyai kekuatan hukum, misalnya kalau terjadi perceraian, salah satu dari pasangan meninggal dalam hal pewarisan, dan lainnya.

Demikian yang bisa kami jelaskan, mudah-mudahan sudah menjawab pertanyaan saudara.

Imas Senopati
Advokat dan Konsultan Kantor Hukum pada Hendropriyono & Associates.*