Hukum

Ajukan Diri Jadi JC, Eni Saragih Siap Buka-bukaan Korupsi PLTU

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Eni Saragih, mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR mengaku telah mengajukan permohonan sebagai justice collaborator (JC) kepada KPK. Eni merupakan tersangka suap terkait proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-1.

“Saya sudah sampaikan (pengajuan JC),” ujar Eni usai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (5/9).

Kuasa hukum Eni, Robinson membenarkan bahwa kliennya sudah menyampaikan permohonan sebagai JC dalam kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1. Menurut Robinson, permohonan JC diajukan pada pekan lalu.

“Sudah (diajukan) Minggu lalu kayaknya,” kata Robinson.

Robinson mengatakan Eni bakal buka-bukaan soal pihak-pihak yang terlibat dalam kasus dugaan suap yang turut menjerat pemegang saham Blackgold Natural Recourses Limited Johannes B Kotjo.

“Ya pastilah. Kan sejak awal sudah bilang tidak akan ada yang ditutup-tutupi,” ucapnya.

Dalam kasus ini, Eni diduga bersama-sama Idrus menerima hadiah atau janji dari Kotjo. Eni diduga menerima uang sebesar Rp6,25 miliar dari Kotjo secara bertahap.

Penyerahan uang kepada Eni tersebut dilakukan secara bertahap dengan rincian Rp4 miliar sekitar November-Desember 2017 dan Rp2,25 miliar pada Maret-Juni 2018.

Uang itu adalah jatah Eni untuk memuluskan perusahaan Kotjo menggarap proyek senilai USD900juta. Namun, proyek tersebut dihentikan sementara setelah mencuatnya kasus dugaan suap ini. (MU)

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close