Politik

AHY Teratas Bursa Cawapres Jokowi, PDIP Tidak Mau Terjebak Elektabilitas

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dipilih oleh 22,4 persen responden sebagai calon wakil presiden yang paling cocok mendampingi Joko Widodo (Jokowi). Ini menurut hasil survei terbaru lembaga riset Indikator.

Namun, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai penentuan cawapres Jokowi tidak hanya ditentukan berdasar tingginya elektabilitas.

“Jangan persempit menjadi pemimpin hanya karena faktor elektabilitas,” kata Hasto di Jakarta, Jumat (4/5/2018).

BACA JUGA: Survei Indikator: AHY Pimpin Bursa Cawapres Jokowi

Hasto menegaskan, Jokowi membutuhkan sosok cawapres yang sudah terlihat kontribusi, prestasi serta pengabdiannya untuk rakyat. Selain aspek-aspek itu, sosok cawapres yang layak mendampingi Jokowi harus mempunyai kesamaan visi misi dan bisa saling melengkapi.

“Ya untuk menjadi pemimpin itu enggak bisa melalui goreng menggoreng, melalui survei tapi kan melalui survei di tengah rakyat. Harus jelas dong apa yang sudah dilakukan buat rakyat apa kinerjanya, prestasinya nanti yang dinilai oleh rakyat,” tegas Hasto.

Ketika ditanya soal sosok AHY memenuhi kriteria sebagai cawapres Jokowi, Hasto mengklaim belum melakukan penilaian.

“Ya nanti kan kita belum melakukan penilaian semua,” tandas Hasto.

BACA JUGA: Gibran Bilang AHY Cocok Dampingi Jokowi

Diketahui, Lembaga Indikator Politik merilis hasil survei nasional terkait elektabilitas calon presiden dalam Pemilu 2019. Hasilnya, Jokowi dan Prabowo, disusul Gubernur DKI Anies Baswedan, Gatot Nurmantyo, dan AHY.

Untuk calon wakil presiden sendiri, Survei Indikator menempatkan dua nama terkuat calon presiden untuk disimulasikan yakni Jokowi dan Prabowo. Hasilnya, untuk Jokowi menurut partisipan survei cocok bila berpasangan dengan AHY, dengan persentase 22,4 persen.

“Siapa yang pantas menjadi wakil Jokowi di 2019, ada AHY 22,4 persen, Menteri Keuangan Sri Mulyani 10,8 persen, Mahfud MD 8,4 persen, Tito Karnavian 5,7 persen, Muhaimin Iskandar (Cak Imin) 4,0 persen, Chairil Tanjung (CT) 3,5 persen, Budi Gunawan (BG) 2,8 persen, dan Puan Maharani 2,4 persen,” ungkap Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanuddin Muhtadi.

Munculnya nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam tiap survei lembaga politik, tidak membuat Partai Demokrat besar kepala. Meski kerap menduduki posisi teratas sebagai pendamping kuat Joko Widodo, AHY dipastikan tidak akan terburu mendeklarasikan apa pun.

“Dia punya kajian dan timeline sediri, dan secara emosional tidak mudah dipengaruhi (survei) capres-capres seperti ini,” kata Wakil Ketua Dewan Kehormatan Demokrat, Amir Syamsudin, dalam diskusi survei politik Indikator Politik Indonesia di Jakarta, Kamis (3/5/2018).

Urung beraksinya Demokrat dalam menentukan pilihan menjelang Pemilu 2019 menjadi tanda tanya, apakah partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini akan kembali abstain, atau justru malah membuat poros tandingan, Jokowi dan Prabowo.

Amir menilai, dukungan terhadap salah satu kandidat presiden 2019, entah pada Joko Widodo atau pun Prabowo Subianto, tidak akan membawa dampak banyak pada elektabilitas partai untuk pemilu legislatif (Pileg) 2019.

“Saya bersyukur partai kami belum menentukan sikap, karena kami tidak juga akan dapat efeknya (elektabilitas). Tapi, kami masih ada di posisi 6 sekian persen yang persis sama seperti 2014, terang Amir.

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close