Politik

Ahok yang Ngebet Nikahi PDIP

Jakarta – Ahok yang Ngebet Nikahi PDIP. Ahok yang Ngebet Nikahi PDIPMeski Koalisi Golkar, NasDem, dan Hanura sudah cukup untuk mengusungnya di Pilgub DKI, sampai kini Ahok masih menunggu dukungan PDIP. Meski sejumlah elite PDIP bersuara miring, Ahok masih yakin Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri bakal menjatuhkan pilihan kepadanya.
Padahal selain menggenggam enam nama hasil penjaringan cagub DKI di DPD PDIP DKI, Megawati juga menggenggam sejumlah nama kepala daerah berprestasi dari partai banteng moncong putih. Beberapa elite inti PDIP menyebut nama-nama sejumlah kepala daerah yang ada di genggaman Mega seperti Wagub DKI Djarot Saiful Hidayat, Wali Kota Solo Tri Rismaharini, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, dan beberapa nama lainnya.
Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira bahkan menyebut Ahok hanyalah jadi opsi ketiga, alias pilihan terakhir. Pun dijadikan pilihan terakhir, Ahok tetap saja menyimpan keyakinan bakal diusung PDIP di Pilgub DKI mendatang.
“Saya dianaktirikan jadi pilihan terakhir. (Padahal) Pilihan terakhir tapi kalau jadi menikah kan bagus,” kata Ahok setengah berseloroh, di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (25/7/2016).
Ahok menganalogikan pilihan politik dari partai seperti pilihan untuk mempersunting istri. Bisa jadi, orang terakhir yang dipacari malah dipilih untuk ke pelaminan. Karena itu ia tak risau kalaupun dijadikan pilihan terakhir.
“Kayak kamu pacaran saja, yang jadi kawin juga pilihan terakhir, bos,” kata Ahok.
Ada pertanyaan besar di balik penantian Ahok soal dukungan PDIP itu, yakni untuk apa Ahok menunggu banteng moncong putih? Menurut sejumlah elite PDIP, Ahok menunggu dukungan PDIP untuk memastikan parpol pimpinan Megawati ini tidak mengusung cagub DKI sendiri yang berpotensi menghambat kemenangan Ahok di Pilgub DKI. Di luar itu, dukungan PDIP bakal membuat Ahok punya dukungan yang kuat di DPRD DKIs seperti saat ini.
Lalu apakah akhirnya Megawati Soekarnoputri akan memberikan surat mandat kepada Ahok, atau ke kader internal potensial dari PDIP?
(dtc)

KOMENTAR
Lihat selanjutnya
Close