Nasional

Ahok Siapa Pun Boleh Datang Mengadu Nasib ke Jakarta

Jakarta – Arus balik pemudik biasa diiringi dengan pergerakan urbanisasi. Jakarta ditambahi oleh orang-orang baru lagi, misalnya karena pemudik mengajak koleganya untuk mengadu nasib ke Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tak melarang hal ini.
“Pendatang tidak masalah untuk Jakarta. Namanya juga Ibu Kota, siapa pun boleh datang mengadu nasib,” kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (11/6/2016).
Hanya saja, tetap, mereka yang datang ke Jakarta tak boleh menempati tempat-tempat yang tak boleh dijadikan hunian. Bila mereka menduduki tempat yang tak semestinya maka Ahok akan mengusirnya.
“Makanya yang penting kalau tinggal di bangunan liar, kami akan bongkar dan usir pulang,” kata Ahok.
Pemprov DKI Jakarta terus mengusahakan rumah-rumah susun untuk mengakomodasi permukiman bagi sebanyak-banyaknya orang. Bila pengadaan rusun tersendat maka permukiman liar bakal jadi masalah lebih berat.
“Yang paling masalah, kalau kami enggak bisa menyediakan rusun yang banyak. Karena Jakarta banyak sekali yang kurang mampu tidak punya rumah. Dia bisa tempatin tanah negara maupun tanah swasta,” tuturnya.
Ahok juga tak akan menggelar operasi yustisi. “Enggak usah operasi yustisi-yustisian lah. Yang penting kalau dia enggak punya duit lagi, suruh pulang kampung saja,” katanya yang sedang berdiri di samping Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat.
(dtc)

KOMENTAR
Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
Close
Close