Adinia Wirasti Bicara Soal Trauma, Banyak Tuntutan hingga Terjadi di Puncak Popularitas 

Adinia Wirasti Bicara Soal Trauma, Banyak Tuntutan hingga Terjadi di Puncak Popularitas 
Adinia Wirasti

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Trauma menjadi sebuah hal yang kerap dirasakan setiap orang. Begitu pula yang terjadi pada artis peran Adinia Wirasti. Dalam video Narasi, perempuan berusia 33 tahun ini menyinggung soal trauma yang pernah ia rasakan dulu. 

Trauma itu justru terjadi ketika Adinia Wirasti berada di puncak popularitasnya. Kompas.com telah merangkumnya sebagai berikut. 

Belum siap ketika AADC? meledak Tak bisa dipungkiri bagi Adinia Wirasti bahwa film Ada Apa dengan Cinta? yang dibintanginya laris dipasaran. 

Sontak nama Adinia Wirasti pun menanjak. Padahal saat itu, Adinia masih berusia 14 tahun dan timbulah sebuah trauma. Dia mengaku tak memiliki cukup amunisi untuk menghadapi popularitas tersebut. 

"Tiba-tiba film itu meledak sedemikian rupa, banyak banget hal-hal yang bikin agak traumatis karena aku enggak punya amunisi yang baik atau yang tepat terhadap bagaimana menghadapi popularitas,” kata Adinia Wirasti. 

Banyak tekanan Adinia ketika itu mengaku banyak memiliki tekanan dalam hidupnya. Ia takut hingga ragu pada diri sendiri. Seperti tuntutan untuk diet di usianya yang masih muda serta tampil cantik di depan banyak orang. 

Setidaknya Adinia dituntut untuk memenuhi ekspektasi banyak orang kala itu. 

“Aku sebagai seorang perempuan, as a girl, as a young girl at that time, Ii was on a diet since I was 13 years old. Dan itu sulit buat badan aku,” ucap Adinia Wirasti. 

Mencintai diri sendiri Seiring berjalannya waktu, pada akhirnya Adinia Wirasti berhasil menemukan cara jitu bagaimana mengatasi trauma itu. 

Adinia menyebut bahwa ia memilih untuk mencintai dirinya sendiri dan memutuskan tidak mendengarkan perkataan orang lain.

Trauma datang dari sesama perempuan Adinia Wirasti menyebut trauma-trauma justru datang dari sesama perempuan.

Adinia mencontohkan pertanyaan-pertanyaan yang bisa menyinggung seorang perempuan. Mulai dari pertanyaan soal pernikahan hingga momongan dan beberapa yang lain. 

"Sebetulnya kita enggak bisa memungkiri ya, banyak trauma-trauma perempuan yang terjadi di sekitar kita yang sayangnya datang dari sesama perempuan juga,” kata Adinia. 

"Memang iya ya jawabannya akan membuat dia lebih bahagia dalam hidupnya? Mungkin iya dan itu bagus, if it’s no, terus apa?” tutur Adinia.