Ada Sanksi Baru Uni Eropa, Rusia Tegaskan akan Respon Keras

Ada Sanksi Baru Uni Eropa, Rusia Tegaskan akan Respon Keras
ilustrasi Rusia (foto SINDOnews)

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Uni Eropa (UE) menjatuhkan sanksi kepada enam orang pejabat Rusia yang memiliki hubungan dekat dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin atas insiden peracunan Alexei Navalny. Kremlin menyatakan, Moskow akan memberikan tanggapan atas sanksi baru UE, sejalan dengan kepentingan Rusia. 

"Moskow niscaya akan menganalisis situasi dan akan bertindak sesuai dengan kepentingannya sendiri. Sanksi baru Uni Eropa terhadap Rusia adalah langkah tidak ramah yang disengaja, yang tidak memiliki logika apa pun," kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov.

"Sangat disesalkan, ini adalah langkah tidak bersahabat yang disengaja terhadap Rusia. Dewan Uni Eropa merusak hubungan dengan negara kami dengan membuat keputusan ini," sambungnya, seperti dilansir Tass pad Kamis (15/10/2020).

Dalam pandangannya, sisi menyedihkan dari masalah ini adalah tidak ada dasar yang dapat membenarkan keputusan seperti itu.

"Ini mungkin keadaan yang memberatkan dari keputusan yang dibuat oleh Dewan Uni Eropa," ujarnya.

Sebelumnya, menurut Jurnal Resmi UE, sanksi ini menargetkan Kepala Direktorat Kebijakan Kepresidenan Rusia Andrei Yarin , Wakil Kepala Staf Pertama Presiden Rusia Sergei Kiriyenko. 

Selain itu, Sergei Menyaylo yang merupakan Utusan Khusus Putin untuk Siberia, Alexander Bortnikov yang merupakan Direktur Dinas Keamanan Federal Rusia dan dua Wakil Menteri Pertahanan Negeri Beruang Merah itu.

Lembaga Penelitian Ilmiah untuk Kimia dan Teknologi Organik Rusia, menurut Jurnal Resmi UE juga dikenai sanksi yang diprakarsai Jerman dan Prancis tersebut. Sanksi ini termasuk larangan bepergian dan pembekuan aset.

"Pengerahan agen saraf beracun dari kelompok novichok akan, hanya mungkin karena kegagalan Institut untuk melaksanakan tanggung jawabnya untuk menghancurkan persediaan senjata kimia," kata Jurnal Resmi UE.