Ada 16 Perusahaan China Merelokasi Investasi ke Indonesia Tahun Lalu

Ada 16 Perusahaan China Merelokasi Investasi ke Indonesia Tahun Lalu
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia

JAKARTA, SENAYANPOST.com -  Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyampaikan, sepanjang tahun lalu ada 16 perusahaan asal China yang merelokasi investasinya ke Indonesia.

Bahlil mengatakan, ke-16 perusahaan tersebut telah merealisasikan investasi sebesar U$ 7,15 miliar. Nilai investasi ini mampu menyerap 68.600 tenaga kerja. Ia bilang secara total sejak tahun lalu hingga tahun ini, pihaknya menargetkan realiasi investasi yang berasal dari relokasi sebesar US$ 67,33 miliar.

Selain 16 investor yang sudah masuk, terdapat 136 perusahaan yang akan kembali merelokasi investasinya di Indonesia. Rinciannya, 14 perusahaan masuk dalam daftar perusahaan yang memiliki intensi relokasi atau diversifikasi ke Indonesia.

Total rencana investasinya mencapai US$ 19,68 miliar dengan target penyerapan tenaga kerja mencapai 59.750 orang. Catatan BKPM, perusahaan sekaliber Johnson&Johnsons, KCC Glass, dan Heinz ABC dipastikan melakukan relokasi atau diversifikasi.

Selanjutnya, terdapat 122 perusahaan potensial dengan rencana investasi ditaksir mencapai US$ 40,5 miliar yang mampu menyerap 156.430 tenaga kerja. Adapun seluruh investor yang telah dan akan merelokasi investasinya tercatat merupakan perusahaan asal Amerika Serikat (AS), Taiwan, Korea Selatan, Jepang, dan Hong Kong.

“Dulu 2018 sampai 219 tidak ada satupun  yang relokasi keindonesia. Tahun lalu 2020 kita mampu merelokasi 16 perusahan dan itu sudah jalan sebagai sudah mulai produksi dari tahunn lalu,” kata Bahlil dalam acara 11thKompas CEO Forum, Kamis (21/1/2021).

Dari sisi lokasi investasi, Bahlil mengatakan pemerintah sudah menyiapkan tempat di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang. Kepala BKPM berjanji, pihaknya akan memfasilitasi seluruh proses investasi hingga terealisasi.

“Batang izin diurus BKPM, cukup bawa modal bawa teknologi dan mencarikan pasarnya, nanti pemerintah usahakan akan mengurus izin  dan proses mendapatkan lahannya. Sehingga untuk menyongsong realisasi investasi 2021,” ujar Bahlil.

Sebagai catatan, BKPM menargetkan realisasi investasi pada 2021 sebesar Rp 858,5 triliun, tumbuh 4,8% dari target tahun lalu. Komposisinya, 49,7% berasal dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan 50,3% dari penanaman modal asing (PMA).