Abaikan Peringatan Keras AM Hendropriyono, Rizieq dan FPI Game Over

Abaikan Peringatan Keras AM Hendropriyono, Rizieq dan FPI Game Over
AM Hendropriyono

Oleh: Ninoy Karundeng

KENA batunya Muhammad Rizieq Shihab (MRS) dan FPI. Padahal, tak kurang peringatan keras sudah dilontarkan oleh AM Hendropriyono kepada MRS.. Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) ini mengingatkan agar MRS tidak menjadi provokator.

“Saya ingin memperingatkan bangsa Indonesia, WNI keturunan Arab, supaya sebagai elite yang dihormati masyarakat cobalah mengendalikan diri. Jangan menjadi provokator, jangan memprovokasi rakyat,” kata Hendropriyono Senin (6/4/2019).

Peringatan keras mantan Pangdam Jaya Jenderal (Purn) TNI Hendropriyono ini terkait dengan sepak terjang MRS. Karena MRS terus melakukan provokasi atas nama agama, mengobarkan kebencian terhadap pemerintah, dan mendorong untuk terjadinya pembangkangan sipil. Bahkan bisa terjadi kudeta sipil – lewat pembangkangan sipil. Seperti yang terjadi di Venezuela.

“Rakyat kita, apa yang dikatakan orang yang dikagumi, mereka mengikut saja, dan bisa tersesat karenanya, itu yang ingin saya ingatkan," lanjut professor intelijen itu.

Hendropriyono menjelaskan, karena kepercayaan masyarakat kepada WNI keturunan Arab, maka apa yang disampaikan akan didengar. Dia memeringatkan para elite keturunan Arab tahu diri.

"Saya ingatkan, di dusun, di desa, masyarakat kita kalau ada orang Arab pidato, bicara semua cium tangan. Kalau China tidak ada yang cium tangan di kampung-kampung. Artinya masyarakat keturunan Arab WNI tahu posisinya yang dimuliakan rakyat, dengan dimuliakannya tahulah dalam posisi yang diharapkan mengayomi. Jangan memprovokasi untuk melakukan politik jalanan, apa pun namanya lah. Tetapi itu di jalan, tidak disiplin," katanya.

Pesan itu disampaikan bukan hanya untuk Habib Rizieq Shihab, tapi semua WNI keturunan Arab, agar bisa menjaga diri. Terlebih soal ucapan agar tidak memprovokasi.

"Bukan cuma Habib Rizieq Shihab, tapi elite lainnya. Agar bisa menahan diri dan tidak memprovokasi," katanya.

Nah pesan keras Hendropriyono tidak digubris oleh MRS. Dia merasa di atas angin. Ya ini akibat para sampah politik menggunakan Rizieq sebagai orang yang memberikan suara. Fadli Zon mendapatkan suara di Dapil Bogor karena memelihara FPI. Maka dia mendukung 6 teroris FPI yang tewas akibat menyerang aparat, dan empat teroris melarikan diri.

Saking merasa kepedean, Rizieq Shihab yang sejatinya dulu preman kelas teri, lalu dibesarkan oleh rezim SBY, bahkan minta dialog dengan para pejabat. Panglima TNI, Kapolri, Pangdam Jaya, dan bahkan Presiden Jokowi. Kenapa? Karena MRS merasa besar kepala. Dia sudah menjadi demagoge. Sebab dia didukung oleh kekuatan uang. Koruptor ada di belakangnya.

Kini, ketika dicokok Rizieq akan mengulangi lagi siasat pengelabuhan. Dulu dia berhasil membohongi pejabat manapun. Hingga dia merasa memiliki kekuatan. Bahwa deal deal politik bisa didapatkan. Saking warasnya kebablasan, Rizieq begitu sampai di Indonesia berteriak minta rekonsiliasi.

Sangat menggelikan. Untuk apa rekonsiliasi? Apa kapasitasnya? Lah dia hanyalah provokator penjual agama, tukang obat keblinger. Lebih gila lagi dia menyaratkan pembebasan semua tahanan pelanggar hukum anggota KAMI. Bahkan dia minta teroris Abu Bakar Ba’asyir dibebaskan.

Sikap demagoge MRS ini membuat para pendukung seperti Anies Baswedan, Riza Patria, Jusuf Kalla kehilangan nalar. Tertutup tipu muslihat MRS, bahwa dia besar. Bahwa dia hebat. Hingga Ridwan Kamil pun iri melihat Anies menyembah MRS. Padahal dia kecil. Dia kerdil. Pengecut.

Publik melihat MRS bertekuk lutut di depan Kapolda Metri Jaya. Karena Fadil Imran tegas. Maka MRS tampak pucat. Dan, Polda langsung menangkap MRS. Tidak ada pembantaran penahanan. Karena dia tidak akan pernah kooperatif.

Para pejabat, Presiden Jokowi, Menkopolhukam, Menhan, Mendagri, Panglima TNI, Kepala BIN kini saatnya menyerahkan penuh membereskan FPI dan MRS kepada Polri, Kapolda Metro Jaya. Inilah momentum untuk mengakhiri petualangan ugal-ugalan MRS. Tidak ada lagi kompromi. Ini akibat meremehkan peringatan keras Hendropriyono. Rizieq Shihab dan FPI game over!