Hukum

900 Personel Amankan Unjuk Rasa di Manokwari

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Kepala Biro Operasional Polda Papua Barat, Kombes Pol Muchammad Sagi, mengatakan anggotanya sudah bersiaga di sejumlah titik di sekitar Kantor Dewan Adat Papua (DAP) Wilayah III menyusul beredarnya pesan berantai di sejumlah grup WhatsApp yang berisi ajakan unjuk rasa di Papua Barat, Kamis (19/9) pagi.

“Saya baru saja dari lapangan. Personel Polres Manokwari dibantu Brimob Nusantara sudah ada di lokasi. Ada yang kami tempatkan di Kantor DAP, di Sanggeng, juga Amban,” kata Sagi seperti dikutip dari Antara.

Aksi akan dimulai pukul 10.00 WIT dengan melakukan long march dari Kantor DAP di Jalan Pahlawan menuju Lapangan Borasi. Polisi akan mengambil sejumlah langkah antisipasi agar tidak ada aksi anarkis selama unjuk rasa berlangsung.

Salah satu antisipasi yang dilakukan kepolisian adalah menjaga ibadah Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang akan digelar di Lapangan Borasi.

“Ibadah KKR akan dimulai jam 4 sore. Maka (paling) lambat jam 3 seluruh personel pengamanan harus sudah berada di lokasi,” ucapnya.

Sagi mengungkapkan pihaknya menerjunkan 9 satuan setingkat kompi (SSK) atau 900 personel untuk mengamankan seluruh aktivitas di Manokwari.

“Khusus untuk ibadah pola pengamanan kita berbeda dengan lain. Yang kita amankan adalah orang-orang yang hendak beribadah,” katanya.

Ia pun meminta kepada seluruh personel bersikap humanis dalam mengamankan kegiatan tersebut. Namun dalam saat yang bersamaan, mereka juga harus sigap untuk mengantisipasi adanya penyusup.

“Kita berharap aksi damai DAP hari ini tidak menganggu kegiatan ibadah. Lebih bagus lagi kalau tidak ada aksi sehingga masyarakat bisa beribadah dengan tenang,” ujarnya.

Sebelumnya, Kapolres Manokwari AKBP Adam Erwindi mengungkapkan pihaknya telah menerima surat pemberitahuan terkait aksi tersebut.

“Untuk aksi besok, kami sudah menerima surat pemberitahuan. Aksi akan dikoordinasi oleh DAP wilayah Doberray versi Jon Warijo. Kami sudah jawab suratnya yang intinya kami tidak mengizinkan dengan beberapa catatan,” kata Adam di Manokwari, Kamis (18/8).

“Aksi ini dibalut dengan kampanye damai budaya adat Papua, tapi di dalamnya mempermasalahkan kasus rasis, terkait resolusi PBB, juga mempersoalkan penangkapan tersangka kasus makar di Manokwari, termasuk mempersoalkan menetapkan salah satu tersangka pada kasus ujaran rasis di Surabaya,” imbuhnya.

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close