85 Hotel BUMN Akan Dilebur di Bawah Inna Group

85 Hotel BUMN Akan Dilebur di Bawah Inna Group

JAKARTA, SENAYANPOST.com – 85 hotel BUMN yang merupakan bukan inti bisnis (core business) akan dilebur dibawah Inna Group.

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyebutkan saat ini masih terus melakukan penghitungan total nilai aset hotel yang dimiliki oleh perusahaan BUMN di luar PT Hotel Indonesia Natour alias Inna Group.

Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga mengatakan penghitungan aset ini ditujukan untuk memastikan nilai total 85 hotel yang direncanakan akan dikonsolidasikan ke Inna Group.

“Belum kita evaluasi semua, masih proses masih dicek semua. Dihitung asetnya 85 hotel di luar Inna berapa yang lain itu agak panjang agak lama. Tapi niatnya koordinasikan yang bukan core business-nya (BUMN),” kata Arya di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (16/12/2019).

Menyatukan seluruh hotel milik BUMN ini ke satu holding ditujukan agar fokus bisnis BUMN tetap sesuai dengan anggaran dasarnya.

Rencana penyatuan hotel ini masih belum ditentukan skema yang lebih jelas alias masih dalam tahap awal. Beberapa skema yang berpotensi dapat dijalankan adalah mengurangi porsi kepemilikan dan mengintegrasikan ke Inna sehingga kepemilikan BUMN tersebut hanya tersisa beberapa persen.

Kemungkinan lainnya adalah mengurangi porsi secara bertahap selama beberapa tahun.

“Masih dicari skemanya, masih prematur,” katanya.

Ada 85 perusahaan BUMN yang memiliki bisnis hotel. Padahal, hanya PT Hotel Indonesia Natour, BUMN yang fokus utamanya mengoperasikan beberapa hotel di bawah merek Inna Group Hotel.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah banyaknya perusahaan pelat merah yang memiliki anak usaha di bisnis perhotelan, kendati bukan bisnis intinya seperti PT Pertamina (Persero) dan PT PANN (Persero).