8 Kabupaten/Kota di Jabar Siaga Darurat Kekeringan

22:30
299
BANDUNG, SENAYANPOST.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan di 8 kabupaten dan kota di Jabar. D

BANDUNG, SENAYANPOST.com – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan di 8 kabupaten dan kota di Jabar.

Delapan daerah yang mendapat status siaga kekeringan adalah Kabupaten Ciamis, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Karawang, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Sukabumi, Kota Banjar, dan Kota Tasikmalaya.

“Kekeringan di Jabar ini termasuk kemarau biasa,” kata Aher, sapaan Ahmad Heryawan, di Gedung Sate, Rabu (13/9/2017).

Ia menambahkan, ada daerah yang sudah lebih dari 60 hari tidak hujan dengan status siaga darurat kekeringan, ada juga yang kurang dari 60 hari.

“Kekeringan ini diperkirakan akan berakhir pada akhir September 2017 sehubungan dimulainya musim hujan kembali,” kata Aher.

Ia mengatakan pihaknya bersama pemerintah pusat dan kabupaten atau kota telah membuat langkah antisipasi bencana kekeringan. Bukan hanya untuk mengatasi dampak kekeringan terhadap lahan pertanian, namun juga dampak krisis air bersih.

Penanggulangan kekeringan untuk lahan pertanian, katanya, dengan cara memberikan bantuan pompa. Dengan pompa, air dari sungai dipompa ke lahan pertanian yang kering, biasanya berada di atas permukaan air sungai. Sedangkan, antisipasi krisis air bersih dilakukan dengan cara pembuatan sumur.

“Bekerja sama dengan PDAM setempat, kita salurkan bantuan air bersih kepada masyarakat. Atau kita bantu dengan membuat sumur dan mengalirkan air dari mata air ke permukiman warga,” katanya.

Akibat kekeringan tahun ini, katanya, sebanyak 139 hektare sawah mengalami gagal panen atau puso. Dari jumlah tersebut, 135 di antaranya berada di Indramayu. Sedangkan sisanya tersebar di kabupaten dan kota lain di Jawa Barat.

“Puso ini tidak berdampak signifikan terhadap persediaan beras di Jabar. Dampak kekeringan tahun ini jauh lebih ringan dari dua tahun lalu. Bahkan tahun lalu, tidak ada musim kemarau jadi tidak ada bencana kekeringan,” katanya. (AF)

Comments

comments