Kesehatan

70 Dokter Diterjunkan Tangani Operasi Bayi Kembar Siam, Akila & Azila

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Dalam waktu dekat, bayi kembar siam dada perut, Akila Dewi Syabila dan Azila Dewi Sabrina, akan menjalani operasi pemisahan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soetomo Surabaya.

Bayi kembar perempuan asal Kendari, Sulawesi Tenggara, bakal menjadi bayi ke-99 yang ditangani tim dokter RSUD Dr. Soetomo.

Ketua Tim Dokter Kembar Siam RSUD Dr. Soetomo, Dr Agus Harianto, kondisi kembar dempet Akila dan Azila bernama Thoracoabdominopagus atau dempet dada dan perut yang memiliki 1 hati (liver).

”Kondisi bayi kembar Akila dan Azila lain daripada yang lain karena dempet dari bagian atas dada sampai perut bagian bawah,” kata dr Agus dalam, Jumat (2/8), yang dikutip dari kumparan.

Selama 2-3 hari ini Akila dan Azila akan menjalani proses pemeriksaan laboratorium dan radiologi untuk memastikan organ tubuh yang lain siap untuk dioperasi. Setidaknya ada 70 dokter spesialis yang terdiri atas spesialis bedah anak, spesialis jantung, spesialis anak, spesialis anestesi, dan banyak spesialis lain yang akan ikut serta.

Dalam kasus seperti bayi kembar siam Akila dan Azila ini, proses pemisahan baru dianggap aman bila usianya sudah lebih besar. Saat ini, Akila dan Azila berusia 17 bulan dengan berat total keduanya 22 kilogram.

Pasangan Jayasrin (25) dan Selvina Dewi (20), orang tua Akila dan Azila menuturkan, bukan hanya mereka berdua saja yang berharap operasi ini berhasil. Tapi warga Kendari juga. Sebab, bayi kembar siam dempet ini merupakan yang pertama di Kendari.

Selvina bercerita, kondisi dempet Akila dan Azila sebenarnya sudah diketahui sejak usia kehamilan 4 bulan. Hanya saja, saat itu Selvina mendapat penjelasan yang berbeda-dari dari dokter yang ia temui.

”Ada yang bilang ini kondisinya dempet. Lalu ke dokter lain bilang ini kondisinya sungsang tapi sehat. Jadi tidak ada yang sama keterangannya,” kata Selvina.

Meski Akila dan Azila terlahir dempet, tapi keduanya terbilang sehat dan jarang sakit.

”Kadang-kadang saja batuk pilek. Kalau satunya batuk, besoknya yang satu ikut batuk. Karena itu kalau batuk pilek pasti langsung ke dokter supaya enggak gantian,” kata Selvina.

Bahkan kini keduanya sudah tumbuh gigi dan aktif belajar berdiri duduk tegak.

”Kadang kalau Azila mau berdiri, Akila enggak mau. Jadi bisa nangis bareng. Mereka juga sudah bisa saling tindih. Kadang Azila di atas, kadang Akila di bawah. Tapi sama-sama enggak ada yang mau di bawah, jadi pasti nangis lagi,” kata Selvina tersenyum.

Kini Selvina dan sang suami, Jayasrin, sedang berupaya agar kondisi putri kembarnya tetap sehat sehingga operasi bisa dilakukan segera mungkin.

Seperti dikutip dari Kendarinesia, Deni Hariani, dokter anak di RSUD Kota Kendari, memprediksi biaya operasi pemisahan Akila dan Azila serta operasi cangkok hati yang akan dilakukan bisa mencapai Rp1 miliar.

Biaya sebanyak itu tentu saja tidak dapat semuanya ditanggung BPJS Kesehatan karena keterbatasan plafon.

Karena itu, masarakat bisa ikut menyumbang melalui kitabisa.com.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close