Nasional

7 Selfie Berujung Maut yang Terjadi di Indonesia Sepanjang 2016

2016/05/05 12:59:44 WIB

Danu Damarjati – detikNews

Jakarta – Aktivitas selfie memang menyenangkan, apalagi bila dilakukan bersama-sama. Namun peristiwa maut akibat berfoto selfie juga kerap terjadi.

Apakah swafoto yang marak akhir-akhir ini adalah aktivitas berbahaya? Tentu tak semudah itu menyimpulkan. Yang jelas, sudah banyak kabar-kabar tragis karena berfoto selfie.

Dalam catatan detikcom hingga Kamis (5/5/2016), sudah ada delapan kejadian yang menimbulkan korban jiwa akibat selfie. Di antaranya, ada yang tewas sesaat usai selfie di pantai, di sungai, bendungan, sampai tersambar kereta.

Terakhir, ada Agus Firmansyah (15) yang tewas usai berfoto selfie kemudian jatuh dari lantai 5 Gedung Kantor Imigrasi Jakarta Utara. Duka mendalam menyelimuti keluarga Agus.

Agaknya, selfie memang membutuhkan kehati-hatian. Soalnya tak jarang selfie berujung maut seperti berita-berita berikut ini.

Pantai Bajul Mati ada Malang, Jawa Timur. Saat awal tahun 2016, ada sejumlah pemuda yang hanyut gara-gara ber-selfie di pantai itu.

Saat itu, 1 Januari 2016, lima wisatawan dilaporkan terseret ombak di pantai itu. Satu di antara mereka ditemukan tewas.

Korban tewas  itu bernama Slamet (35), warga Malang. Mayatnya ditemukan sejam kemudian setelah hilang tertelan ombak. Korban yang langsung selamat adalah Soni Angga Kusuma (25). Pada hari itu, tiga orang lainnya belum ditemukan yakni Toni (23), Arifin (22) dan Ade (19).

“Upaya pencarian masih dilakukan kepada korban yang belum berhasil ditemukan,” kata Koordinator Satuan Siaga Bencana (SATGANA) PMI Kabupaten Malang Muji Utomo.

Dijelaskan, kelima korban tergulung ombak ketika foto selfie dengan gambar latar belakang keindahan Pantai Bajul Mati. Naas, ketika itu ombak besar datang hingga menyapu kelima korban.

“Mau foto-foto terus digulung ombak besar,” jelasnya. (Baca juga: Tahun Baru, Pantai Malang Selatan Makan Korban Jiwa)

Dua gadis tereret arus air bendungan yang tiba-tiba saja membeludak. Kejadian nahas itu berlangsung saat mereka berselfie bersama seorang temannya yang berhasil selamat.
Kejadian itu berlangsung di bendungan dekat objek wisata Citumang, Pangandaran, Jawa Barat, pada Senin (29/2/2016) lampau. Sore itu menjadi kelabu usai keriangan selfie yang sekejap saja.

Korban yang hanyut dan saat itu belum ditemukan adalah Desi Rahayu (22) dan Santi Susanti (20). Korban selamat yakni Mubarokah (19).

Dua dari tiga perempuan muda hilang setelah terseret arus air bendungan di dekat objek wisata Citumang, Desa Bojong, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Mereka sebelumnya asyik foto-foto berpose selfie di lokasi kejadian.

“Dua korban belum ditemukan,” kata Kabidhumas Polda Jabar Kombes Pol Sulistyo Pudjo Hartono via pesan singkat.

Pudjo menjelaskan, kejadian bermula saat ketiga perempuan tersebut berada di bawah bendungan. “Mereka berselfie. Tiba-tiba air besar datang dan menghantam ketiga korban hingga terbawa arus dan terseret sejauh sepuluh meter,” kata Pudjo.

Soffiyah bisa selamat lantaran berhasil memegang ranting kayu. Namun tubuh Santi dan Desi terus tergulung arus bendungan.

“Soffiyah masih mendengar dua temannya itu meminta tolong. Lalu Soffiyah meminta bantuan kepada warga setempat,” kata Pudjo.

Petugas gabungan dari personel Tim SAR, Polisi, TNI serta pemerintah desa terus berupaya mencari Santi dan Desi. Polisi sudah mengabari kedua orang tua korban. “Sebanyak 30 warga setempat ikut membantu pencarian korban. Langkah yang dilakukan ialah memasang jaring untuk antisipasi korban terbawa arus,” kata Pudjo. (Baca juga: Asyik Selfie, 2 Gadis Hilang Terseret Arus Bendungan di Pangandaran)

Ceritanya, enam remaja SMP sedang asyik berselfie di bawah rintik gerimis siang hari. Selfie dilakukan di bawah jembatan Tinjomoyo, aliran ke Sungai Kanal Banjir Barat, Semarang, Jawa Tengah.

Namun aktivitas selfie Kamis (3/3/2016) lampau itu dengan cepat berubah mengerikan. Mendadak, debit air meningkat dan arus deras menyeret mereka.

Tiga di antara enam orang itu selamat karena tersaangkut di bebatuan dan diselamatkan warga. Mereka adalah Mirza Rohul, Nur Wakidah Putri, dan Mayaleta. Namun tiga orang lainnya ditemukan tewas pada keesokan harinya, Jumat (4/3).

Korban atas nama Johan Bagas ditemukan meninggal 6 mil dari lokasi awal. Korban Yuliana Robiah Ningsih ditemukan tersangkut sekitar 50 meter dari lokasi kejadian. Berikutnya adalah korban Istiada alias Iis ditemukan di wilayah Tugu Soeharto. (Baca juga: Korban Ketiga Selfie Maut di Semarang Ditemukan Terbawa Arus Sungai 11 Kilometer)

Agung Reynaldi (16) tewas tenggelam saat berselfie di lokasi wisata Curug Ngumpet yang berada di kawasan wisata Gunung Salak Endah (GSE), Pamijahan, Kabupaten Bogor.
Selfie maut di Curug Ngumpet Bogor itu terjadi pada Selasa (5/4/2016). Mayat Agung ditemukan pada Rabu (6/4) pagi hari.

Agus adalah pelajar kelas 1 SMA asal Kelurahan Kapuk RT 08/08 , Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Peristiwa tenggelamnya Agung, terjadi pada saat ia dan 8 temannya tengah berkunjung dan berenang di kubangan air terjun Curug Ngumpet. Agung dan teman-temannya sempat berfoto-foto bersama.

Korban minta difoto sendiri di bawah air terjun. Dia berjalan mundur ke arah jatuhnya air terjun. Namun malah, badang Agung tertarik air dan tenggelam ke bawah air terjun.

Seorang rekan Agung bernama Muhammad Rifky Hidayat, yang berusaha menolong, juga sempat tertarik arus ke bawah jatuhnya air terjun. “Tapi kemudian (teman korban) berhasil diselamatkan teman-temannya yang lain. Tapi Agung sendiri tidak bisa diselamatkan. Dia tersedot arus dan tenggelam,” kata Kapolsek Cibungbulang, Kompol Roni Mardiatun. (Baca juga: Jatuh Saat Selfie, Pelajar SMA Jakarta Tewas Tenggelam di Curug Ngumpet Bogor)

20 Siswa SMK di Jakarta merayakan kelulusan Ujian Nasional (UN) di Setu Cipayung Jakarta Timur. Namun nahas, salah seorang dari mereka malah jatuh ke waduk itu dan akhirnya tewas.

Kejadian itu berlangsung pada Kamis (7/4/2016). Sebelum berselfie, mereka melakukan konvoi sepeda motor dari sekolah masing-masing, yaki dari SMK Trisastra 1 dan Trisastra 2.

Korban yang terjatuh ke bendungan itu atas nama Muhammad Arpindo (18). Teman-teman Arpindo kemudian berusaha mencarinya ke dalam waduk. Namun ia tak juga ditemukan. Mereka lantas meminta tolong warga sekitar dan petugas kebersihan kelurahan.
Akhirnya Arpindo ditemukan dalam keadaan tak bernyawa. Orang tuanya lantas membawa Arpindo ke rumah mereka, kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur.

Peristiwa ini bisa jadi pelajaran bagi semua orang agar tidak selfie sembarangan. Seperti nasib naas yang dialami pemuda asal Boyolali, Jawa Tengah, yang selfie di dekat rel. Tubuh Heru disambar kereta jurusan Jakarta-Surabaya, di perlintasan KA tanpa palang pintu di Desa Sogo, Kecamatan Babat.

Ceritanya, Heru dan temannya, Rulis, sedang berolahraga di tepi rel kereta api ganda yang melintas di desa tersebut. Dia diminta korban untuk mengambil foto selfie di dekat rel KA dengan kamera handphone. Saat itu Rulis sudah mengingatkan korban untuk tidak dekat-dekat rel KA. Namun, peringatan Rulis seakan tak didengar korban hingga akhirnya korban pun tersambar KA.

“Saya sudah ingatkan dia. Awas jangan dekat dekat rel, ada kereta,” kata Rulis di lokasi, Sabtu (30/4/2016) lampau.

Usai mengingatkan korban, tiba-tiba dari arah barat melaju KA cepat jurusan Jakarta Surabaya sehingga korban tersambar kereta dan tubuhnya terlempar mengenai Rulis. Saat itu, jelas Rulis, dirinya sudah berteriak meminta tolong warga tapi tidak ada yang mendengar sehingga Rulis mengangkat sendiri tubuh korban ke pinggir jalan.

“Saya teriak meminta tolong tapi tidak ada yang mendengar, akhirnya saya angkat sendiri jasadnya,” terang Rulis dengan wajah sedih kehilangan temannya.

Terbaru, Agus Firmansyah (15) tewas terjatuh sesaat setelah selfie dari lantai 5 Gedung Kantor Imigrasi Jakarta Utara. Agus jatuh karena terpeleset saat sedang selfie bersama teman-temannya.
Insiden itu terjadi di Kantor Imigrasi Jakarta Utara, Koja, Jakut, pada Rabu (4/5) malam. Kantor imigrasi tersebut kosong karena pembangunannya sudah lama terhenti.

Malam tadi, gedung memang sedang kosong. Agus diantar oleh temannya yang bernama Iqbal ke Taman Rawabinangun untuk bertemu teman-temannya yang lain. Iqbal lalu kembali ke rumah dan tidak lama kemudian diberi tahu oleh teman lainnya bernama Ahmadi bahwa Agus jatuh di kantor Imigrasi.

“Jadi anak-anak itu main-main ke gedung imigrasi itu sama teman-temannya, terus foto-foto selfie. Dia terpeleset lalu jatuh,” kata Kapolsek Koja Kompol Supriatno kepada detikcom, Kamis (5/5/2016). (dnu/nrl)

Sumber:

http://news.detik.com/berita/3204331/7-selfie-berujung-maut-yang-terjadi-di-indonesia-sepanjang-2016

 

KOMENTAR
Tags
Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close