7 Pendemo Omnibus Law jadi Tersangka Karena Sekap dan Aniaya Polisi di Bandung

7 Pendemo Omnibus Law jadi Tersangka Karena Sekap dan Aniaya Polisi di Bandung
Foto-kumparan

JAKARTA, SENAYANPOST.com -  Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A. Chaniago mengungkapkan pihaknya menetapkan tujuh orang tersangka dalam aksi demo omnibus law berujung ricuh yang dilakukan di Gedung DPRD Jabar dan Gedung Sate, Kota Bandung, 8 Oktober lalu.  

Ia mengungkapkan, pasca kericuhan tersebut, diketahui dilakukan penyekapan dan penganiayaan terhadap petugas kepolisian dengan pangkat Brigadir berinisial A. 

"Dari tujuh tersangka, tiga orang berinisial DR, DH, dan CH ditahan di Mapolda Jabar sedangkan satu lainnya ditahan di Polres Karawang," kata Kombes Erdi A. Chaniago, di Mapolda Jabar, Bandung, Senin (12/10/2020). 

Sementara, sisa tersangka tidak dilakukan penahanan karena masih di bawah umur dan berstatus sebagai pelajar. 

"Tiga tersangka ditahan di Polda Jabar kemudian satu tersangka sudah ditahan di Polres Karawang," ucap dia. 

Erdi mengatakan, aksi penganiayaan itu dilakukan di sebuah bangunan yang terletak di Jalan Sultan Agung, Kota Bandung. Mulanya, polisi menangkap 75 orang yang diduga melakukan tindak anarkis. Lalu, dilakukan pengembangan dan ditetapkan tujuh tersangka. 

"Anggota kita dianiaya kepalanya dengan menggunakan sekop kemudian menggunakan batu, nanti barang buktinya," terang dia.
 
Akibat perbuatannya, pelaku disangkakan Pasal 170 dan 351 dengan ancaman di atas dari 5 tahun. Diketahui, aksi yang dilakukan di Bandung akhirnya berujung ricuh. 

Mulanya, massa aksi mendesak masuk dan melempari gedung dewan. Kemudian polisi membubarkan massa dengan menembakkan gas air mata. (Jo)