Terorisme

600 Orang Eks Teroris Suriah di Indonesia, Ancaman yang Harus Diwaspadai

DENPASAR, SENAYANPOST.com –Kepala Badan Nasional Penanggulanggan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Suhardi Alius menjelaskan, saat ini di Indonesia sudah lebih dari 600 orang returness Foreign Terrorist Fighters (FTF) dan keluarganya yang kembali dari Suriah. Sehingga dibutuhkan perhatian khusus. Jika tidak, bakal menjadi ancaman tersendiri. Sebab, mereka sudah pernah radikal.

“Kalau tidak dimonitor dan diperhatikan, bisa menjadi ancaman. Apalagi tidak hanya fighter-nya saja, tapi ada keluarganya yaitu istri dan anak, sehingga harus ada penanganan khusus,” ujarnya, saat membuka kegiatan workshop Global Counter Terrorisme Forum (GCTF), di Bali, Senin (7/5/2018).

Suhardi menambahkan, pihaknya telah beberapa kali memulangkan keluarga FTF dari Turki ke Indonesia. Bahkan ditangani secara intensif bersama stakeholder lain seperti Kementerian Sosial dan Kepolisian, sehingga tidak merasa dimarjinalkan.

“Mereka harus disentuh dan terus dilakukan upaya untuk mereduksi tingkat radikal. Sehingga bisa kembali di tengah masyarakat dan bisa berintegrasi secara sosial,” katanya.

Untuk itulah, pihaknya membahas persoalan tersebut bersama 30 Negara lainnya. Bahkan Negara-Negara itu tertarik untuk mempelajari strategi yang digunakan oleh Indonesia menanggani keluarga FTF.

Menurutnya, BNPT juga terus melakukan kerja sama dengan pihak terkait, seperti Pemerintah Daerah, Kepolisian, dan Imigrasi untuk mendeteksi keberadaan mereka.

Bahkan juga telah bekerja sama dengan otoritas keamanan Turki untuk mengawasi daerah perbatasan dengan Suriah.

“Tujuannya, mereka bisa memberikan informasi lebih awal bila ada FTF asal Indonesia yang akan kembali,” ujar Suhardi.

 

 

 

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close