Internasional

600 Demonstran Ditangkap karena Protes Kebijakan Imigrasi Trump

WASHINGTON, SENAYANPOST.com – Lebih dari 500 perempuan termasuk anggota Kongres ditangkap saat menggelar aksi protes atas kebijakan imigrasi Presiden Donald Trump dikompleks Capitol Amerika Serikat. Kebijakan itu menyebabkan ribuan anak terpisah dari keluarga di perbatasan Meksiko.

Seperti dilansir ABC News, Jumat (29/6), anggota parlemen dari Partai Demokrat juga ikut serta dalam aksi protes yang digelar Kamis (28/6) waktu setempat.

Dalam aksinya, para demonstran meneriakkan seruan ‘KAMI PEDULI’ dan ‘HAPUSKAN ICE’. ICE merupakan kependekan dari Badan Penegakan Imigrasi dan Bea Cukai AS.

Demonstran meminta Kongres AS mengambil tindakan untuk mengakhiri kebijakan imigrasi Trump yang mengkriminalisasi dan menahan para imigran tanpa dokumen resmi serta memisahkan keluarga-keluarga imigran yang ditahan.

Sejumlah Senator Demokrat seperti Ed Markey dari Massachusetts, Mazie Hirono dari Hawaii, Kirsten Gillibrand dari New York, dan Richard Blumenthal dari Connecticut mengunjungi para demonstran untuk memberikan dukungan mereka. Senator Tammy Duckworth yang duduk di kursi roda juga ikut memberi dukungan sembari mengajak putrinya.

Para demonstran beraksi sambil memakai selimut mylar yang mirip dengan yang dipakai para anak imigran yang ditahan dan dipisahkan dari keluarganya.

“Para wanita marah pada pemisahan keluarga-keluarga,” ucap Linda Sarsour salah satu penyelenggara Women’s March. “Kami semua marah pada hal-hal yang terjadi di negara kita,” ujarnya.

“Kami ada di sini untuk menyatakan kami siap berkorban dan kami siap meninggalkan pekerjaan kami, meninggalkan keluarga untuk datang dan melakukan aksi ketidakpatuhan sipil di sini,” imbuh Sarsour.

Disebutkan anggota parlemen Partai Demokrat, Pramila Jayapal, dari Washington bahwa Kepolisian Capitol AS menangkap 575 demonstran dalam aksi di gedung Senat AS. Mereka yang ditangkap didakwa atas aksi unjuk rasa melanggar hukum atau tanpa izin.

Aksi protes ini dimulai di dekat kantor Departemen Kehakiman, dengan para demonstran berbagi pengalaman mereka dengan imigrasi dan menyerukan Kongres untuk bertindak. Dituturkan anggota parlemen AS lainnya, Sheila Jackson Lee, bahwa aksi ini akan digelar lagi.

“Ini bukan acara sehari saja. Ini acara setiap hari,” kata Lee di hadapan para demonstran. (MU)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close