6 Stasiun KAI Pakai GeNose Mulai Hari Ini, Berikut Lokasinya

6 Stasiun KAI Pakai GeNose Mulai Hari Ini, Berikut Lokasinya
GeNose

JAKARTA, SENAYANPOST.com - GeNose C19 milik Universitas Gadjah Mada (UGM) mendapat respons positif dari penumpang kereta api di Stasiun Tugu, Yogyakarta, dan Stasiun Senen, Jakarta Pusat. Alat deteksi covid-19 lewat embusan napas itu bakal dibuka di enam stasiun baru mulai hari ini.

Hal ini diungkapkan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi saat mengunjungi Stasiun Tugu, Minggu, (14/2/2021). Rencananya, pelayanan GeNose akan dibuka di enam stasiun lainnya, yakni Stasiun Gambir, Stasiun Solo Balapan Stasiun Bandung, Stasiun Cirebon, Stasiun Tawang Semarang, dan Stasiun Pasar Turi Surabaya.

"GeNose merupakan alat tepat guna dan tepat waktu dalam situasi sekarang ini. Prinsipnya yang mudah, tidak sakit, dan murah, membuatnya penting untuk kami kawal. Terlebih ini adalah produk inovasi anak bangsa sehingga sudah sepatutnya kita dukung," ujar Budi  mengutip siaran pers UGM, Senin, 15 Februari 2021.

GeNose ditargetkan membuka pelayanan di 44 stasiun milik PT Kereta Api Indonesia (KAI). Budi mengatakan, pihaknya akan mengawal penerapan GeNose tidak berhenti pada stasiun saja. Ada kemungkinan GeNose diterapkan di fasilitas-fasilitas layanan lain seperti perkantoran dan lapangan terbang.

Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni UGM, Paripurna menyebut pembukaan pelayanan GeNose akan dilakukan secara bertahap sesudah memantapkan penerapan di stasiun. Estimasi waktunya, sekitar satu hingga dua bulan mendatang.

"Kita akan terus memantapkan pelayanan GeNose di berbagai stasiun. Tahapan ini penting karena pengoperasian GeNose juga memerlukan keterampilan agar pelayanan berjalan dengan aman dan akurat," ungkap paripurna.

Sementara itu, Dirut PT KAI (Persero) Didiek Hartantyo mengungkapkan semenjak diterapkan di Tugu dan Pasar Senen, GeNose mendapat tanggapan yang positif dari masyarakat. Penambahan layanan di berbagai stasiun ini menjadi salah satu upaya dari PT KAI untuk merespons hal tersebut.

"Kami kini tengah meningkatkan sistem integrasi antara PT KAI dan UGM terkait GeNose ini. Berbagai upaya ini kami lakukan dengan harapan agar masyarakat menjadi semakin nyaman dan tidak ragu untuk memanfaatkan layanan kereta api," terang Didiek.

Meskipun mendapat sambutan dan dukungan yang positif dari berbagai pihak, Tim Pengembang GeNose, Kuwat Triyana, mengungkapkan bahwa pihaknya masih terus menyempurnakan alat tersebut. Penyempurnaan meliputi pemantapan produksi untuk memenuhi kapasitas yang dibutuhkan dan penelitian lanjutan implementasi GeNose.

"Dari sisi teknis performa juga terus kami tingkatkan. Namun, penelitan tidak berhenti hanya pada alatnya saja, melainkan implementasinya juga. Hal ini utamanya berkaitan dengan protokol kesehatan untuk menghindari penularan ketika pengetesan," ujar Kuwat.