53 Kasus Kekerasan terhadap Jurnalis Terjadi di 2019

53 Kasus Kekerasan terhadap Jurnalis Terjadi di 2019

JAKARTA, SENAYANPOST.com –  Setidaknya ada 53 kasus kekerasan terhadap jurnalis terjadi sepanjang 2019. Angka ini tercatat menurun dibandingkan pada 2018 yang mencapai 64 perkara. Pelakunya mayoritas aparat penegak hukum.

Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Yadi Hendriana mengatakan, meski kasus kekerasan terhadap jurnalis tahun ini turun, kekerasan tersebut masih sama kualitasnya dan paling banyak dilakukan aparat penegak hukum.

 

Menurut Yadi, khusus untuk kekerasan terhadap jurnalis televisi, pola kekerasan yang dilakukan cukup beragam, mulai dari kekerasan, intimidasi, dan persekusi. Untuk itu, ia meminta aparat penegak hukum bisa serius dalam menuntaskan persoalan tersebut.

“Karena ini juga berdampak kepada indeks kebebasan pers di mata dunia. Ini penting sekali untuk di eskalasi dan aparat kepolisian harus memiliki komitmen yang tinggi, bersama kami untuk menghilangkan kekerasan terhadap pers yang selama ini terjadi,” ujarnya.

IJTI, kata dia, juga telah mengadvokasi terhadap beberapa jurnalis yang menjadi korban kekerasan. Namun, ia menyayangkan banyaknya jurnalis yang takut ketika berhadapan dengan hukum dan memilih jalan damai.

“Teman-teman jurnalis sendiri sering terjebak dalam ketakutan tidak ingin melanjutkan kasusnya ketika mereka berhadapan dengan hukum mereka lebih memilih selesai atau delapan enam,” tuturnya.

Hal itulah yang dikhawatirkannya. Ia menilai, hal semacam ini akan jadi preseden buruk terhadap penyelesaian terhadap kekerasan pers. Untuk itu, ia mengimbau, agar para jurnalis bisa menyelesaikan kasusnya secara hukum, karena menjadi salah satu solusi untuk menghilangkan kekerasan terhadap jurnalis yang selama ini selalu terjadi.

“Mari kita bersama-sama memerangi kekerasan terhadap pers dengan cara betul di jalur hukum,” tuturnya.