475 Terdakwa Kudeta Turki, Divonis Seumur Hidup

475 Terdakwa Kudeta Turki, Divonis Seumur Hidup

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Hakim pada pengadilan Turki menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada ratusan terdakwa yang terlibat dalam upaya kudeta empat tahun silam.

Seperti dilansir CNN Indonesia, Jumat (27/11/2020), keputusan itu dibacakan pada Kamis kemarin. Dilaporkan ada 475 terdakwa yang terbukti bersalah melakukan upaya kudeta.

Jaksa mengatakan para terdakwa terbukti merancang upaya kudeta dari Pangkalan Udara Akinci di Ankara.

Dalam persidangan itu, hakim menjatuhkan vonis 79 kali pidana seumur hidup kepada 19 orang, tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat. Sedangkan sisanya rata-rata mendapatkan satu kali vonis seumur hidup.

Mereka disebut terbukti melanggar undang-undang dasar serta berencana membunuh presiden.

"Pengadilan Turki akan terus menghukum pihak-pihak yang bertanggung jawab," kata Menteri Hukum Turki, Abdulhamit Gul.

"Tidak ada satu orang pun yang boleh meragukan bahwa keadilan akan ditegakkan dan demokrasi akan menang," lanjut Gul.

Sebanyak 250 orang, sebagian besar rakyat sipil, tewas dalam upaya kudeta pada Juli 2016.

Saat itu pasukan Angkatan Darat mengerahkan kendaraan lapis baja ke jalan-jalan utama di Istanbul dan Ankara, dua kota terbesar di Turki.

Tentara saat itu menutup akses Jembatan Bosphorus di Istanbul. Sedangkan gedung parlemen di Ankara diserang bom.

Menurut amar putusan, perintah untuk membombardir gedung-gedung pemerintahan dan upaya membunuh Presiden Recep Tayyip Erdogan diberikan dari Pangkalan Udara Akinci.

Saat itu, Menteri Pertahanan Turki yang saat ini menjadi Kepala Staf Kepresidenan, Hulusi Akar, disandera di pangkalan udara itu.

Erdogan menuduh upaya kudeta itu dirancang oleh seorang ulama yang bermukim di Amerika Serikat, Fethullah Gulen. Namun, Gulen membantah tuduhan itu.

Gulen mulanya adalah sekutu dari Erdogan dan Partai Keadilan dan Pembangunan. Pengikut Gulen juga dilibatkan dalam pemerintahan.

Akan tetapi, keduanya pecah kongsi sejak 2013 karena rivalitas politik. Sejak upaya kudeta itu, pemerintah Turki terus memburu para pengikut Gulen, baik yang merupakan kalangan sipil atau militer.

Sampai saat ini aparat Turki menangkap sebanyak 100 ribu orang. Sedangkan 150 pegawai negeri sipil dan tentara yang dituduh menjadi pengikut Gulen dipecat.

Proses persidangan orang-orang yang terlibat kudeta juga terus bergulir. Selain itu, pemerintah Turki juga memperketat pemberitaan media massa yang mengkritik pemerintahan Erdogan. (Jo)