Internasional

47 Orang Tewas Akibat Badai dan Petir di India

UTTAR PRADESH, SENAYANPOST.com – Sedikitnya 47 orang dilaporkan meninggal dunia akibat cuaca buruk melanda kawasan India bagian utara pada awal pekan kemarin,

Departemen penanggulangan bencana di negara bagian Uttar Pradesh, Bihar, dan Jharkhand melaporkan jumlah korban di masing-masing wilayah yang jika ditotal mencapai 47 orang.

Wilayah negara bagian Bihar menjadi yang terparah dengan jumlah korban tewas 19 orang akibat terjangan angin topan dan petir, Senin (28/5/2018).

“Setidaknya 19 orang telah dikonfirmasi meninggal dunia. Sebanyak 11 di antaranya meninggal akibat tersambar petir,” kata Yoginder Singh, petugas dari departemen manajemen bencana setempat kepada AFP, Selasa (29/5/2018).

Cuaca buruk meluas ke wilayah negara bagian dengan populasi terpadat, Uttar Pradesh. Dilaporkan angin yang berhembus di wilayah itu mencapai kecepatan 70 kilometer per jam.

“Sebanyak 15 orang dilaporkan tewas tersambar petir dalam semalam. Angin juga berhembus dengan sangat kencang,” ujar TP Gupta, petugas departemen manajemen bencana Uttar Pradesh.

“Korban luka-luka dilaporkan sebanyak 10 orang, beberapa dengan luka bakar dan ada juga yang akibat tersambar petir,” tambahnya.

Hampir 200 orang tewas pada bulan ini, hanya di Uttar Pradesh ketika angin kencang dan badai pasir menerjang, merobohkan dinding-dinding bangunan dan juga tiang listrik.

Sementara di Jharkand, timur Bihar, dilaporkan setidaknya 13 orang tewas dan enam orang lainnya cidera akibat cuaca buruk semalam. Demikian disampaikan kepala departemen manajemen bencana setempat, Sushil Kumar. Badai pasir dan angin kencang disertai petir biasa terjadi di India bagian utara selama April dan Mei 2018.

Data dari otoritas manajemen bencana negara (SDMA), sekitar 1.800 orang tewas akibat sambaran petir dalam 12 tahun terakhir.

“Sesuai laporan media, lebih dari 270 orang tewas pada 2017. Namun jumlah itu belum termasuk kematian di daerah terpencil yang tidak dilaporkan.”

“Padahal departemen bergantung pada surat kabar harian untuk menghitung jumlah korban,” kata mantan pejabat SDMA, Sanjay Srivastava.

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close