4 Pria di Sulsel Perkosa Gadis Usai Rekam Hubungan Badan dengan Pacar

4 Pria di Sulsel Perkosa Gadis Usai Rekam Hubungan Badan dengan Pacar

PANGKEP, SENAYANPOST.com – Kapolres Pangkep AKBP Ibrahim Aji mengungkapkan seorang gadis remaja usia 18 tahun di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel), diperkosa empat pria secara bergiliran.

Para pelaku sebelumnya merekam korbannya yang sedang berhubungan badan dengan pacarnya.

“Para pelaku yang diduga melakukan pemerkosaan telah diamankan,” kata AKBP Ibrahim Aji, Rabu (5/8/2020).

Ia menambahkan, saat ini penyidik tengah mengembangkan peran masing-masing pelaku dalam aksi pemerkosaan ini.

Pemerkosaan terjadi di rumah salah satu pelaku di Kelurahan Samalewa, Kecamatan Bungoro, Pangkep. Polisi belum menyebutkan kapan peristiwa pemerkosaan terjadi.

Dari keterangan yang didapatkan polisi sejauh ini, pemerkosaan diawali saat kekasih korban, DA (17), bersama pelaku Muh Arif (30) dan Wahyu Ali (30) menjemput korban untuk pergi ke tempat karaoke. Arif dan Wahyu merupakan rekan pacar korban.

“Usai bernyanyi (di tempat karaoke), korban dan pelaku menuju rumah WA (Wahyu Ali) di Kampung Mattirowalie, Kelurahan Samalewa, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep. Di rumah inilah korban digilir,” ungkap AKBP Ibrahim.

Sementara itu, di rumah pelaku Wahyu sudah menunggu dua pelaku lainnya, yakni Arfan (27) dan M Yusuf (28). Para pelaku dan pacar korban kemudian mencekoki korban dengan minuman keras.

“Korban diberi minuman beralkohol sampai pada akhirnya korban dalam keadaan tidak berdaya,” katanya.

Saat korban sudah dalam keadaan tidak berdaya karena mabuk, DA, yang merupakan pacar korban, memaksa korban menonton video porno. DA dan korban akhirnya melakukan hubungan badan.

“Tapi ternyata MA (Muhammad Arif), teman DA, merekam hubungan intim mereka (DA dan pacarnya), dan meminta korban untuk melayaninya. Kalau tidak, video mereka akan diviralkan,” jelas AKBP Ibrahim.

Korban, yang takut videonya diviralkan, akhirnya mengikuti kemauan pelaku Muhammad Arif, dan akhirnya diperkosa secara bergiliran bersama pelaku lainnya.

“Akhirnya korban menuruti permintaan MA (Muhammad Arif). Setelah MA, kemudian WA (Wahyu Ali), MY (M Yusuf), dan A (Arfan),” paparnya.

“Atas kejadian tersebut, para pelaku dijerat Pasal 285 Subs Pasal 286 KUHPidana juncto Pasal 55, 56 KUHPidana. Ancaman hukumannya 12 tahun penjara,” katanya. (Jo)