Internasional

4 Bayi Harimau Sumatera yang Lahir di Jerman Diperkenalkan ke Wisatawan

BERLIN, SENAYANPOST.com – Lahir di Tierpark Zoo Berlin awal Agustus lalu, keempat bayi harimau sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) diperkenalkan ke publik pada Kamis (22/11) lalu.

Dilansir dari Antara, Sabtu (24/11/2018), kemunculan itu menjadi yang perdana bagi keempatnya.

Diketahui, keempat bayi harimau Sumatera itu berasal dari harimau Sumatera Jantan bernama Harfan (10) dan Mayang (7). Keduanya dipinjamkan oleh pemerintah Indonesia ke pemerintah Jerman pada Desember 2013 lalu sebagai bentuk dekatnya hubungan diplomatik antar kedua negara.

“Penempatan harimau Sumater di Tierpark merupakan simbol dari kedekatan hubungan antara Indonesia dan Jerman. Langkah yang dilakukan pihak Tierpark untuk menjaga harimau Sumatera merupakan kontribusi nyata Jerman untuk mendukung upaya pemerintah Indonesia untuk melestarikan harimau Sumatera,” bunyi pernnyataan Duta Besar Indonesia untuk Jerman, Arif Havas Oegroseno.

Dalam penampilan perdana keempat bayi harimau Sumatera itu, turut hadir Havas beserta direktur Tierpark Zoo, Andreas Knieriem beserta anggota Dewan Eksekutif Sparkasse, Hans Jurgen Kularts.

Di momen yang membahagiakan itu, keempat bayi harimau Sumatera itu sekaligus diberi nama oleh Havas, Hans serta suster yang merawat mereka. Jadilah Kiara, Wili, Oscar dan Seri, nama dari kempat bayi harimau Sumatera itu.

Ditambahkan oleh Knieriem, bahwa pihaknya sebisa mungkin membuat temperatur dan suasana di Tierpark Zoo seperti hutan hujan di habitat aslinya.

“Kami harap para bayi harimau Sumatera dapat tumbuh seperti di habitat asli mereka. Untuk tambahan, kami harap area hutan hujan dapat memberikan perspektif baru sekaligus fakta menarik bagi pengunjung tentang binatang yang tinggal di hutan tersebut,” ujar Knieriem.

Di satu sisi, kehadiran harimau Sumatera di kebun binatang itu sekaligus menarik publik Jerman untuk lebih mengenal Indonesia.

Kehadiran kempat bayi harimau Sumatera itu pun sekaligus menambah jumlah spesies harimau yang terancam punah tersebut. Faktanya, di tahun 2018 tercatat 600 ekor populasi harimau Sumatera. Meningkat 200 dari jumlah tahun lalu yakni sebanyak 400 ekor.

Ke depannya, Duta Besar Havas akan kembali melanjutkan program kerjasama antara Pemerintah Indonesia dan Jerman untuk melestarikan spesies yang terancam punah. Tidak hanya dengan Tierpark Berlin.

“Kami akan melanjutkan kerjasama dengan pemerintah Jerman untuk melestarikan spesies yang terancam punah. Tak hanya dengan Tierpark Berlin, tapi juga semua kebun binatang di dunia,” kata Duta Besar Havas.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close