22 Positif Corona, Tahlilan di Bogor Ternyata Diikuti 70 Orang

22 Positif Corona, Tahlilan di Bogor Ternyata Diikuti 70 Orang

BOGOR, SENAYANPOST.com – Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menyampaikan kegiatan tahlilan di Semplak, yang diduga jadi awal penularan Corona terhadap 22 warga, dihadiri 70 orang.

Saat ini 22 warga yang positif Corona telah dibawa ke rumah sakit sebagian, dan sisanya menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

“Satu keluarga (positif Corona) betul, betul, keluarga besar. Iya, tinggalnya berdekatan. Iya dari kegiatan tahlilan, ada kematian di keluarga tersebut, kemudian diadakan proses tahlilan. Terus kemudian ada (anggota keluarga yang terkena) gejala (virus Corona), beberapa, kemudian menyebar ke keluarga lain,” kata Dedie dikutip dari detikcom, Selasa (4/8/2020).



“Kan gini, dari pemetaan ada sekitar 70-an (orang) lah ya (yang ikut tahlilan), yang kontak erat ada sekitar 70-an. Dari 70 ini, 22 yang positif (COVID-19) dan 6 diantaranya warga Kabupaten Bogor,” lanjutnya.

Dedie menjelaskan jumlah kasus positif COVID-19 di keluarga ini sebelumnya ada 14 orang, atau bertambah 8 kasus kemarin.

Dia mengatakan sebagian anggota keluarga yang positif terinfeksi COVID-19 melakukan isolasi mandiri di rumah. Sebagian lainnya, sambungnya, ada yang dirawat di rumah sakit (RS).

“(Dari 22 anggota keluarga yang positif COVID-19) hari ini 6 (orang) dibawa ke RSUD Kota Bogor. Sebelumnya sudah ada yang (di bawa) ke rumah sakit juga,” ungkap Dedie.

Sebelumnya, total ada 14 anggota keluarga di Semplak, Kota Bogor yang positif virus Corona (COVID-19). Mereka tertular setelah mengikuti tahlilan anggota salah satu keluarga besar.

“Yang (1 keluarga positif COVID-19 asal) Semplak itu dari 3 (orang) tambah 11. Jadi totalnya 14 orang, (dalam) 1 keluarga. Keluarga besar, kenapa (terpapar COVID-19)? Karena mengikuti tahlilan,” kata Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim, Kamis (30/7).

Dia mengatakan ke-14 orang ini datang mengikuti tahlilan saat ada 1 anggota keluarganya yang meninggal dunia. Keluarganya yang meninggal ini, bukanlah pasien positif COVID-19 atau pasien dalam pengawasan (PDP).

“Nah ada tahlilan kan, datang lah ke situ. Kan misalnya meninggalnya 3 hari lalu, tahlilannya hari ini kan, dia (14 anggota keluarga) datang lah. Nah di situ salah satunya (anggota keluarga yang ikut tahlilan) ada yang positif (COVID-19) karena ada gejala. Yang lain ditrack yang ikut tahlilan itu, setelah di track total ada 14 semuanya, dari 3 (orang),” katanya.