Politik

2021, DPR Harap Bendungan Ciawi & Sukami Beroperasi

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Dua bendungan kering yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Kabupatan Bogor, yaitu Bendungan Ciawi dan Bendungan Sukamahi, diharapkan dapat beroperasi sebelum musim hujan tahun depan tiba.

Demikian disampaikan Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz selaku Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI di Bogor, pada Kamis (23/1) lalu. Kunjungan dilakukan untuk melakukan peninjauan langsung ke Bendungan Ciawi dan Bendungan Sukamahi yang berlokasi di Kabupaten Bogor.

Bendungan Ciawi berlokasi di Desa Cipayung Datar dan Bendungan Sukamahi berlokasi di Desa Gadog. Keduanya berada di Kecamatan Mega Mendung, Kabupaten. Bogor, Provinsi Jawa Barat.

“Banjir yang melanda Jakarta dan sekitarnya awal tahun ini diharapkan tidak terjadi lagi pada tahun-tahun berikutnya. Oleh karena itu, saya sangat berharap agar pengerjaan kedua bendungan ini dapat dilakukan tepat waktu,” tegas Neng Eem, Jumat (24/1/2020).

Menurut Neng Eem, perkembangan pengerjaan kedua bendungan ini tergolong lambat karena hingga tahun ketiga dari awal penandatanganan kontrak tahun 2016 lalu, capaian pembangunannya masih di bawah 60 persen.

“Perkembangan pembangunan kedua bendungan ini harus menjadi perhatian kita Bersama. Permasalahan yang mengakibatkan masih minimnya capaian pembangunan bendungan-bendungan ini harus dibahas bersama dan dicarikan solusinya,” kata Sekretaris FPKB DPR itu.

Pembangunan kedua bendungan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah untuk menanggulangi banjir di Jakarta dan sekitarnya. Penanggulangan dilakukan di hulu Sungai Ciliwung untuk mengurangi kerentanan kawasan strategis nasional (KSN) Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) dari bencana banjir.

Dua bendungan kering yang dibangun oleh Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane ini merupakan bagian dari rencana induk pengendalian banjir (flood control) Jakarta.

Dengan dibangunnya kedua bendungan tersebut diharapkan dapat berkontribusi mengurangi debit banjir di hulu Ciliwung sekitar 30 persen.

“Kedua bendungan tersebut didesain untuk mengurangi debit banjir yang masuk ke Jakarta dengan menahan aliran air dari Gunung Gede dan Gunung Pangrango sebelum sampai ke Bendungan Katulampa yang kemudian mengalir ke Sungai Ciliwung,” pungkasnya. (MU)

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close