2 Petinggi Ditangkap Tanpa Pemanggilan, KAMI Sesalkan Langkah Kepolisian

2 Petinggi Ditangkap Tanpa Pemanggilan, KAMI Sesalkan Langkah Kepolisian

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Langkah aparat kepolisian yang langsung menangkap petinggi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yakni Anton Permana dan Syahganda Nainggolan, disayangkan. 

Seharusnya polisi melayangkan surat pemanggilan terlebih dahulu jika ada dugaan pelanggaran terhadap UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang dilakukan keduanya.

"Seharusnya kalau menurut KUHAP dan berkaitan dengan UU ITE, pemanggilan dulu, bukan langsung ditangkap," kata Komite Eksekutif KAMI Ahmad Yani, Selasa (13/10/2020).

Anton Permana adalah salah satu deklarator KAMI, sementara Syahganda Nainggolan adalah anggota Komite Eksekutif KAMI. Keduanya ditangkap di waktu berbeda. Anton ditangkap pada Minggu malam (11/10). Syahganda ditangkap pada Selasa pagi (13/10). 

"Kami siapkan tim advokasi (untuk Syahganda). Tadi saat dijemput kepolisian, belum ada yang dampingi," kata Yani.

Yani mengatakan pihaknya masih belum tahu sangkaan terhadap dua rekannya tersebut. Namun, dia menduga keduanya akan dijerat pasal dalam UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Yani menyebut Anton ditangkap karena berkaitan dengan tulisan di akun Facebook pribadinya yang kini sudah dihapus. Sementara Syahganda dijemput petugas yang mengaku berasal dari Ditpidsiber Bareskrim Polri.

"Kami belum tahu sangkaannya, tapi kemungkinan ya UU ITE karena yang menangkap itu Siber. Bareskrim Siber," ujar Yani. (Jo)