Lahan

2.760 Hektare Lahan Pertanian dan Perkebunan di Garut Alami Kekeringan

GARUT, SENAYANPOST.com – Bupati Garut Rudy Gunawan mengungkapkan dampak musim kemarau tahun ini mengakibatkan 2.760 hektare lahan pertanian dan perkebunan mengalami kekeringan, dan 5.600 hektare lahan lainnya terancam kekeringan.

“Kemarau di daerah kita ini sudah mulai darurat, banyak lahan pertanian yang sudah mulai retak-retak,” kata Bupati Rudy Gunawan usai melaksanakan shalat istisqa dan doa bersama memohon kepada Allah SWT agar turun hujan di Lapangan Sekretariat Daerah Pemkab Garut, Selasa (17/9/2019).

Menurutnya, musim kemarau 2019 sudah berlangsung lama melanda wilayah Garut yang berdampak areal pertanian warga, terutama yang jauh dari irigasi sudah kekeringan.

Darurat kekeringan akibat musim kemarau tersebut hampir terjadi di setiap kecamatan di Garut yang selama ini lahan pertanian tidak lagi produktif dan warga kesulitan mendapatkan air bersih.

“Lahan pertanian sudah banyak yang tidak produktif karena sudah berbulan-bulan tidak teraliri air,” katanya.

Dampak kemarau tersebut menjadikan wilayah Garut bagian utara dan selatan siaga bencana kekeringan.

“Kita sudah menyatakan siaga bencana kekeringan,” katanya.

Pemkab Garut, telah melakukan upaya mengatasi bencana kekeringan dengan mendistribusikan air kepada masyarakat yang daerahnya sulit mendapatkan air bersih.

“Menghadapi kemarau yang panjang ini kami menyiapkan langkah-langkah salah satunya menyediakan air minum,” katanya. (WS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close