Internasional

17 Hari Membara, Kebakaran di California Berhasil Dipadamkan

CALIFORNIA, SENAYANPOST.com – Setelah 17 hari membara, kebakaran paling mematikan dalam sejarah California, Amerika Serikat, akhirnya berhasil dipadamkan.

Pengumuman padamnya ‘Camp Fire’ disiarkan lewat akun Twitter Badan Pemadam Kebakaran California. “#CampFire… berhasil 100 persen dikuasai,” tulis Cal Fire di akun Twitternya, Minggu (25/11).

Dampak dari kebakaran yang terjadi sejak 8 November lalu memakan wilayah seluas 153,336 hektar, serta merusak 14 ribu rumah warga dan ribuan prasarana kota. Kebakaran di California menewaskan 87 korban dan 249 lainnya masih belum diketahui nasibnya.

Aparat keamanan setempat meminta kepada warga yang sempat mengungsi untuk kembali ke rumah masing-masing. Warga diminta mengecek dampak kerusakan di tempat tinggal masing-masing dan diminta untuk tetap waspada.

“Berhubungan dengan kembalinya warga ke rumah masing-masing, diimbau untuk memastikan ketersediaan makanan, air, dan bahan bakar kendaraan,” imbau otoritas setempat seperti dikutip dari AFP.

Saat ini petugas masih melakukan proses pencarian dan evakuasi. Sejauh ini terdapat 54 korban yang berhasil diidentifikasi. Petugas mengalami kesulitan pencarian karena tanah longsor yang terjadi di sekitar area kebakaran menyulitkan proses pencarian.

Gubernur California Jerry Brown meminta warga negara bagian pesisir tenggara AS itu untuk mewaspadai insiden serupa di masa depan. Kebakaran mungkin saja meningkat seiring pengaruh pemanasan global.

Pemerintah negara bagian California telah menyediakan 1 miliar dolar AS untuk mengantisipasi munculnya insiden kebakaran di masa depan.

Sementara Presiden Donald Trump, yang skeptis terhadap isu perubahan iklim, menganggap masalah pemicu kebakaran adalah kesalahan pengelolaan hutan di wilayah California.

Pengamat menyarankan pembatasan hunian di tengah hutan untuk menghindari jatuhnya korban jika kebakaran terjadi. Studi terbaru menyebutkan bahwa satu dari tiga rumah di AS berada di pertemuan area hutan liar dan permukiman penduduk, tempat rumah dan ekosistem alami hutan saling tumpang tindih.

“Saya rasa orang-orang harus mulai memikirkan untuk merancang Paradise seperti pedesaan di Eropa atau tempat ski, yang tak ada rumah di tengah hutan,” kata Direktur Center for Forestry at the University of California, Berkeley.

Namun langkah pengaturan permukiman penduduk tidak cukup mampu mengantisipasi kerugian kebakaran hutan. Pemanasan global terbukti telah merugikan kas AS senilai miliaran dolar.

Jika tidak ingin mengalami kerugian di masa depan, AS harus terlibat dalam upaya pengurangan emisi karbon. (WW)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close