Internasional

137 Negara PBB Akui Kedaulatan Palestina

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Bertambah lagi negara yang mengakui kedaulatan penuh Palestina. Pengakuan kali ini disampaikan oleh Kolombia. Pengakuan dari Kolombia disampaikan sehari sebelum presiden baru Kolombia Ivan Duque mulai bekerja.

Melalui surat Kementerian Luar Negeri Kolombia yang disampaikan ke publik, negara di Amerika Selatan akhirnya menyatakan pengakuan penuhnya terhadap Palestina.

“Kami ingin menyampaikan informasi kepada kalian, atas nama Pemerintah Kolombia, Presiden (Kolombia sebelumnya) Juan Manuel Santos telah memutuskan mengakui Palestina sebagai negara bebas, merdeka, dan berdaulat,” sebut surat tersebut, seperti dikutip dari AFP.

Nah, dengan pengakuan terbaru Kolombia atas Palestina sebagai Negara Berdaulat, masih ada 56 negara dari 193 anggota Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang belum mengakui Palestina.

Yang paling terutama adalah Amerika Serikat dan Inggris, yang bertanggung jawab atas berdirinya negara Israel modern.

Adapun Australia, Jepang dan Bahama mendukung solusi dua negara sebagai penyelesaian konflik Israel-Palestina, namun menyatakan status Palestina harus ditentukan oleh kesepakatan kedua pihak.

Beberapa negara Uni Eropa seperti Belgia dan Denmark, memilih untuk menunggu keputusan resmi UE. Adapun Eritrea, dan Finlandia secara terbuka menyatakan bahwa mereka tidak mendukung sebuah negara Palestina.

Sebagian besar dari 137 negara yang mengakui Palestina sebagai negara berdaulat berasal dari benua Asia dan Afrika, dan sebagian Eropa. Seperti Turki, Serbia, Rusia, Swedia. Tahta Suci Vatikan, yang memiliki status pengamat tapi bukan anggota di PBB seperti Palestina, mempertahankan hubungan diplomatik dengan Palestina.

Majelis Umum PBB meloloskan resolusi pada 1974 yang mengakui hak-hak Palestina untuk berdaulat. PBB juga mengakui Otoritas Pembebasan Palestina (PLO) sebagai satu-satunya wakil Palestina.

Palestina mendeklarasikan Kemerdekaan dan Proklamasi Kemerdekaan pada 15 November 1988 di Aljir, Aljazair. Sejak itu PLO berusaha mendapatkan pengakuan internasional sebagai negara Palestina Merdeka.

Sejak berkuasa pada 2009, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan negara Palestina yang merdeka merupakan ancaman bagi Israel. Karena dikritik komunitas internasional, Israel menerima gagasan negara Palestina, namun menolak kesepakatan perbatasan 1967. Israel juga menentang rencana Palestina bergabung dengan Majelis Umum PBB, dengan menyebut hal itu bertentangan dengan Kesepakatan Oslo.

Dilansir Newsweek, inilah negara-negara yang mengakui Palestina sebagai negara berdaulat:

Amerika
Antigua dan Barbuda, Argentina, Belize, Bolivia, Brazil, Chile, Costa Rica, Kuba, Dominika, Republik Dominika, Ekuador, El Salvador, Guatemala, Guyana, Haiti, Honduras, Nicaragua, Paraguay, Peru, Saint Lucia, Saint Vincent dan Grenadines, Suriname, Uruguay dan Venezuela

Eropa
Albania, Belarusia, Bosnia dan Herzegovina, Bulgaria, Siprus, Republik Ceska, Grenada, Tahta Suci Vatikan, Hungaria, Islandia, Malta, Montenegro, Polandia, Rumania, Serbia, Slovakia, Swedia, Georgia, Rusia dan Ukraina

Timur Tengah
Bahrain, Iran, Irak, Jordan, Kuwait, Libanon, Oman, Qatar, Arab Saudi, Tunisia, Suriah, Uni Emirat Arab, dan Yaman

Asia
Afghanistan, Kazakhstan, Kirgistan, Tajikistan, Turkmenistan, Uzbekistan, Bangladesh, Bhutan, Brunei, Kamboja, China, Timor Leste, India, Indonesia, Laos, Malaysia, Maladewa, Mongolia, Mauritius, Nepal, Korea Utara, Pakistan, Papua Nugini, Filipina, Sri Lanka, Thailand, Vanuatu, Vietnam

Afrika
Azerbaijan, Aljazair, Angola, Benin, Botswana, Burkina Faso, Burundi, Cape Verde, Republik Afrika Tengah, Chad, Komoro, Pantai Gading, Republik Demokratik Kongo, Djibouti, Mesir, Guinea Ekuator, Ethiopia, Gabon, Gambia, Ghana, Guinea, Guinea-Bissau, Kenya, Lesotho, Liberia, Libya, Madagascar, Malawi, Mali, Mauritania, Mozambik, Maroko, Namibia, Niger, Nigeria, Republik Kongo, Rwanda, Sao Tome dan Principe, Senegal, Seychelles, Sierra Leone, Somalia, Afrika Selatan, Sudan Selatan, Sudan, Swaziland, Tanzania, Togo, Uganda, Zambia dan Zimbabwe.

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close